Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Harga Beras Masih Tinggi, Padahal Stok CBP Capai 3,8 Juta Ton

Editor Satu • Rabu, 27 Agustus 2025 | 11:30 WIB
Harga beras di pasar tradisional terus merangkak naik meski pemerintah memastikan stok CBP melimpah.
Harga beras di pasar tradisional terus merangkak naik meski pemerintah memastikan stok CBP melimpah.

JAKARTA, METRODAILY – Pemerintah memastikan stok beras dalam negeri masih melimpah, bahkan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 3,8 juta ton. Namun, anehnya harga beras di pasaran justru masih bertahan tinggi.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengakui kenaikan harga tersebut.

“Stok relatif aman, tidak perlu masyarakat panik. Namun memang perlu penataan harga karena faktanya di lapangan ada kenaikan,” kata Ketut dalam Diskusi Publik Paradoks Kebijakan Hulu-Hilir Perberasan Nasional di Ombudsman RI, Jakarta, Selasa (26/8).

Menurut Ketut, hingga September 2025 produksi beras diperkirakan mencapai 28,22 juta ton, sementara kebutuhan hanya 22,5 juta ton. Artinya, masih ada surplus 14,9 juta ton. Bahkan hingga akhir tahun, diproyeksikan stok masih tersisa 3 juta ton lebih.

Kendati demikian, harga beras tetap naik. Hal ini dipengaruhi kebijakan pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Rp6.500/kg.

Ditambah dengan kebijakan Any Quality, harga gabah rata-rata di tingkat penggilingan bisa tembus Rp7.200–Rp7.300/kg.

Pemerintah sebenarnya sudah menggelontorkan program Bantuan Pangan Beras sebanyak 360 ribu ton untuk 18,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan target 1,3 juta ton hingga Desember 2025.

Namun, realisasi SPHP masih rendah, baru sekitar 239,6 ribu ton atau 15,97% dari target tahunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras medium di beberapa daerah jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500/kg.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, rata-rata harga beras di zona 1, 2, dan 3 terus mengalami kenaikan sepanjang Agustus 2025.

“Harga beras premium di zona 3 tembus Rp20.709/kg, tertinggi di Kabupaten Intan Jaya Rp60 ribu per kilogram,” ungkap Amalia dalam rapat inflasi, Senin (26/8). (dtc)

Editor : Editor Satu
#harga beras tinggi #stok beras