SIMALUNGUN, METRODAILY – Distribusi bantuan beras Bulog di Daerah Pemilihan Lima, Kabupaten Simalungun, menjadi perbincangan hangat.
Kepala Desa dan warga menyatakan bantuan tidak tepat sasaran, menimbulkan keributan dan protes di tingkat desa.
Kepala Desa Muara Mulia, Baliju, Pokan Baru, dan Mekar Bahalat mengaku menjadi “ocehan warga” akibat distribusi beras yang tidak sesuai data. Mereka meminta pemerintah pusat mengevaluasi pendataan penerima agar bantuan tidak menimbulkan konflik antara warga dan aparat desa.
Baca Juga: Tim Laser Polres Simalungun Klarifikasi Isu Judi Gelper, Buktikan Hoaks di Tanah Jawa
“Kita ucapkan terima kasih atas bantuan dari pemerintah, tapi data sebaiknya dari pemerintah desa supaya tepat sasaran,” ujar Kepala Desa Muara Mulia, Ramses, didampingi Joen.
Kesalahan data Bulog ini membuat warga kewalahan karena tidak mengetahui asal data dan siapa yang mengeluarkan daftar penerima.
Kepala Desa meminta DPRD Simalungun untuk memfasilitasi perubahan data penerima agar distribusi bantuan berjalan lancar.
Wakil Ketua DPRD Simalungun, Bona Uli Rajagukguk, SH, menegaskan dukungan terhadap arahan Menko Pangan dan menekankan pentingnya distribusi yang tepat sasaran dengan kualitas beras sesuai standar.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Aceh Selatan Meluas, 72 Hektare Terbakar
Ia menambahkan, “Jika ada masyarakat yang seharusnya menerima namun tidak masuk data, kami akan cek langsung ke lapangan. Ketimpangan data harus dievaluasi pemerintah.”
Kasus ini menyoroti pentingnya koordinasi antara Bulog, pemerintah desa, dan DPRD agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan mencegah konflik di tingkat masyarakat. (nsi)
Editor : Editor Satu