Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Warga Tanah Jawa Protes, Bantuan Beras Malah Diterima Pegawai dan Orang Kaya

Editor Satu • Jumat, 22 Agustus 2025 | 18:50 WIB

Warga Kecamatan Tanah Jawa memprotes distribusi bantuan beras yang dinilai salah sasaran di Simalungun, Jumat (22/8/2025).
Warga Kecamatan Tanah Jawa memprotes distribusi bantuan beras yang dinilai salah sasaran di Simalungun, Jumat (22/8/2025).

SIMALUNGUN, METRODAILY – Warga Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, mempersoalkan distribusi bantuan beras yang dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, sejumlah penerima justru disebut berasal dari kalangan mampu, termasuk pegawai dan warga berkecukupan.

Bantuan tersebut datang melalui kantor Camat Tanah Jawa dan dibagikan kepada warga yang sudah terdaftar namanya. Namun, daftar penerima menuai protes karena dianggap tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

Kepala Desa Bayu Bagasan, Saama Siallagan, mengaku ikut kebingungan terkait bantuan beras yang menimbulkan keresahan masyarakat.

Baca Juga: OJK Dorong Budaya Menabung Sejak Dini, Ribuan Pelajar Ramaikan Hari Indonesia Menabung 2025

“Kami juga bingung karena data itu bukan dari kami, tapi dari dinas terkait. Akibatnya, kami yang jadi sasaran kemarahan warga karena dianggap memilih-milih penerima,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

Saama menegaskan, semua kepala desa di Kecamatan Tanah Jawa siap memberikan data warga yang benar-benar layak menerima bantuan beras jika pemerintah pusat maupun Pemkab Simalungun membuka pendataan ulang.

“Kami berharap bantuan beras ini didistribusikan tepat sasaran sesuai kondisi warga di masing-masing desa,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkab dan Kejari Asahan Teken Kesepakatan Perkuat PAD

Hal senada diungkapkan boru Hutajulu, warga Desa Bosar Galugur. Ia menyebut, bantuan tersebut justru menimbulkan fitnah antara masyarakat dengan perangkat desa.

“Warga jadi curiga kepada kepala desa seolah-olah kami yang menyerahkan data ke pemerintah, padahal faktanya tidak. Kami heran kenapa data penerima bisa seperti itu,” katanya.

Warga pun mendesak pemerintah pusat maupun Pemkab Simalungun untuk menyalurkan bantuan beras dengan data terbaru agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lagi.

Baca Juga: Komisi III DPR RI Apresiasi Langkah Tegas Polda Sumut Berantas Narkoba

Sementara itu, Camat Tanah Jawa, Maryaman Samosir, belum memberikan tanggapan. Saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan singkat, hingga berita ini diturunkan tidak ada balasan. (nsi)

Editor : Editor Satu
#bantuan beras