Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pemerintah Susun Peta Jalan Industri Nol Emisi 2050, Target Lebih Cepat

Editor Satu • Jumat, 22 Agustus 2025 | 18:10 WIB

Perwakilan IESR - PIH - WRI Indonesia dalam sesi Pemaparan di AIGIS 2025.
Perwakilan IESR - PIH - WRI Indonesia dalam sesi Pemaparan di AIGIS 2025.

JAKARTA, METRODAILY – Pemerintah Indonesia mempercepat target transisi menuju industri hijau dengan menyusun Peta Jalan Dekarbonisasi Industri. Peta jalan ini menargetkan nol emisi bersih pada 2050, lebih cepat dari komitmen nasional net-zero 2060.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, sektor industri menjadi kunci karena menyumbang 34 persen emisi nasional pada 2023, namun juga menyumbang 18,9 persen Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap lebih dari 19,3 juta tenaga kerja.

“Transformasi industri akan dilakukan melalui peta jalan dekarbonisasi, insentif fiskal, kemudahan investasi, dan regulasi efisiensi sumber daya,” kata Agus dalam Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025, Rabu (20/8).

Baca Juga: 25 Kepala Desa di Samosir Dapat Perpanjangan Jabatan 2 Tahun

Peta jalan mencakup sembilan subsektor energi-intensif, yaitu semen, besi dan baja, pupuk, kimia, pulp dan kertas, tekstil, kaca dan keramik, otomotif, serta makanan dan minuman.

Strategi Dekarbonisasi
Ada lima strategi utama, yaitu:

  1. Efisiensi energi dan material

  2. Penggantian bahan bakar dan material

  3. Elektrifikasi dengan listrik rendah karbon

  4. Pemutakhiran proses produksi

  5. Penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon

Menurut Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin, Apit Pria Nugraha, peta jalan ini diproyeksikan mampu menekan emisi hingga 289,7 juta tCO2e pada 2050.

Baca Juga: Polres Tapteng Jual 10 Ton Beras Murah, Warga Serbu hingga Ludes dalam Sehari

Sementara itu, Fabby Tumiwa, CEO IESR, menekankan peta jalan ini krusial untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo.

“Tanpa transisi dari energi fosil, ambisi ini sulit tercapai di tengah ketatnya standar emisi global,” ujarnya.

Nirarta Samadhi, Country Director WRI Indonesia, menambahkan keberhasilan peta jalan ditopang tiga pilar: energi dan material rendah karbon yang terjangkau, insentif hijau dan skema pembiayaan inovatif, serta kebijakan terpadu yang mendukung iklim investasi industri hijau.

Baca Juga: Polres Tapteng Jual 10 Ton Beras Murah, Warga Serbu hingga Ludes dalam Sehari

Pemerintah merencanakan dua laporan turunan dari peta jalan ini, yakni Laporan Teknis yang diluncurkan September 2025 dan Laporan Kebijakan pada Maret 2026.

Nantinya, aturan turunan dalam bentuk Peraturan Menteri akan mulai diterbitkan pada 2026 secara bertahap per subsektor. (net)

Editor : Editor Satu
#Dekarbonisasi Industri #Peta Jalan #Emisi Nol Bersih 2050