SIANTAR, METRODAILY – Pemerintah Kota Pematangsiantar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah sebagai respons atas melonjaknya harga kebutuhan pokok, terutama beras.
Kegiatan GPM akan berlangsung pada 11–12 Agustus 2025 di delapan kecamatan, dan pada 15–17 Agustus 2025 di Lapangan Adam Malik, terintegrasi dengan program Marpesta QRIS BI.
Sementara Pasar Murah dijadwalkan pada 25–26 Agustus 2025 di seluruh kecamatan Kota Siantar.
Baca Juga: Polres Simalungun Bagi 2.500 Bendera Merah Putih, Pengendara Senang
“GPM dan Pasar Murah ini jadi upaya strategis kita menahan laju inflasi, khususnya akibat kenaikan harga beras,” ujar Sekda Junaedi Sitanggang yang mewakili Wali Kota Wesly Silalahi dalam rapat teknis TPID di Kantor Bagian Perekonomian dan SDA, Selasa (5/8).
Kabag Perekonomian dan SDA Setdako, Sari Dewi Rizkiyani Damanik, mengatakan kegiatan ini juga mencakup realisasi penyaluran beras SPHP dan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta edukasi pertumbuhan ekonomi Kota Siantar.
Kepala BPS Kota Siantar, Ratna Naibaho, menegaskan beras menyumbang inflasi tertinggi pada Juli 2025 sebesar 0,18% (mtm), disusul bawang merah dan daging ayam ras masing-masing 0,11%, dan sawi hijau 0,06%. Harga cabai merah keriting juga mulai naik di awal Agustus.
Baca Juga: Gegara Rp100 Ribu, Abang-Adik Ribut di Siantar, Begini Kronologisnya
TPID berharap masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan ini dengan maksimal untuk menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga jelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan, perwakilan KPw BI, pimpinan Bulog Cabang Siantar, dan OPD terkait. (leo)
Editor : Editor Satu