Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Rp 450 Juta Anggaran Air Bersih Diduga Sia-Sia, Warga Humbahas Masih Krisis Air

Editor Satu • Kamis, 31 Juli 2025 | 12:56 WIB

Pipa proyek penyaluran air bBersih yang terbakar pada kebakaran lahan di Pollung, Humbahas, belum lama ini.
Pipa proyek penyaluran air bBersih yang terbakar pada kebakaran lahan di Pollung, Humbahas, belum lama ini.

HUMBAHAS, METRODAILY – Proyek penyaluran air minum senilai Rp 450 juta yang dibangun pada 2023 di Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), tak kunjung memberi manfaat bagi warga.

Proyek yang dikerjakan oleh Kelompok Swakelola Masyarakat (KSM) Mandiri itu kini menuai sorotan warga dan bahkan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Warga setempat, Roy Ganda Sihombing, mengaku sejak proyek dimulai pada 14 Juni 2023 lalu, mereka belum pernah menikmati manfaat dari proyek air bersih itu. Instalasi pipa disebut terbengkalai, bahkan tak pernah dialiri air sama sekali.

Baca Juga: Viral! Semburan Lumpur di Samosir, DLH Sumut: Itu Letupan Biasa

“Setetes air pun belum pernah kami rasakan. Pipa dibiarkan mengambang, bukan ditanam. Bahkan sudah ada yang seperti rongsokan,” keluh Roy, Rabu (30/7/2025).

Ia menyebut banyak kejanggalan sejak awal proyek, mulai dari pemasangan pipa paralon sepanjang 500 meter yang hanya diletakkan di atas tanah, hingga pembangunan tembok bendungan yang cepat rusak.

“Tembok bendungan cepat bocor, bahkan roboh. Campuran semen dan material lainnya tak sesuai takaran,” ungkapnya.

Tak tahan dengan kondisi tersebut, Roy melaporkan proyek itu ke Polres Humbahas pada 17 Juli 2025. Dugaan penyelewengan dana pun mencuat dalam laporan tersebut.

Baca Juga: Tiga Kades di Samosir Disebut Terima Aliran Dana Bansos Banjir Bandang, Ini Kata Kejaksaan

“Dana sebesar itu seharusnya bisa membuat air mengalir ke rumah-rumah. Tapi ini malah jadi harapan yang pupus,” sesalnya.

Warga menempuh jarak 4 hingga 7 kilometer hanya untuk mendapatkan air bersih. Ironisnya, pipa proyek tersebut justru ikut terbakar saat kebakaran lahan, lantaran sejak awal tidak ditanam ke dalam tanah.

“Waktu kemarau, semak-semak terbakar, dan pipa ikut hangus karena cuma diletakkan begitu saja,” ucap warga lainnya.

Baca Juga: Kejari Sibolga Kembalikan Barang Bukti ke Dua Warga, Ini Daftarnya

Akibatnya, krisis air bersih kian parah. Gangguan seperti pipa patah, bendungan longsor, hingga air yang tak mengalir menjadi kendala yang terus terjadi. Warga berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami di sini punya objek wisata Silemeleme. Malu rasanya, air untuk siram kamar mandi pun tak ada,” tambah warga. (gam)

Editor : Editor Satu
#Proyek penyaluran air minum #humbahas