Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ratusan Ton Ikan Mati Mendadak, Pengusaha KJA di Danau Toba Menjerit

Editor Satu • Rabu, 30 Juli 2025 | 11:50 WIB

 
Ratusan ton ikan KJA dilaporkan mati di Danau Toba. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Ratusan ton ikan KJA dilaporkan mati di Danau Toba. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

SAMOSIR, METRODAILY — Ratusan ton ikan milik para pengusaha Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Toba di Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, mati mendadak akibat kondisi air yang keruh. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kondisi memprihatinkan ini mulai terjadi dua pekan lalu, seiring musim kemarau yang telah melanda wilayah Samosir selama tiga bulan terakhir.

Salah satu pengusaha KJA bermarga Rajagukguk yang ditemui di lokasi, Senin (28/7/2025), menjelaskan bahwa gelombang tinggi di Danau Toba membuat endapan kotoran dari dasar danau naik ke permukaan, menyebabkan kadar oksigen menurun drastis.

Baca Juga: Mantan Kapolres Tapsel Diperiksa KPK Terkait Proyek Jalan Rp 231,8 Miliar

“Ini siklusnya 3 sampai 5 tahun sekali. Tapi tetap saja kami terpukul. Semoga hujan segera turun,” ujar Rajagukguk.

Kondisi darurat ini memaksa pemerintah dan tim peneliti dari Universitas Sumatera Utara (USU) bergerak cepat. Didampingi Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, tim turun langsung ke lokasi mengambil sampel air dari kawasan Water Front Pangururan dan perairan Sibeabea.

Ahli limnologi USU, Prof. Ternala Alexander Barus, mengungkapkan bahwa keruhnya air diduga akibat putaran air dan angin kencang yang mengangkat sedimen beracun dari dasar danau.

Baca Juga: 11.100 Warga Psp Terima Bantuan Beras, Wali Kota Minta Diawasi

“Ada kemungkinan mengandung amoniak, H₂S, dan belerang akibat proses pembusukan. Kadar oksigen turun drastis hingga di bawah 2 mg/liter, padahal ambang normalnya 4 mg/liter,” terang Prof. Ternala.

Hingga kini, tim masih mendalami hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab utama kematian massal ikan tersebut. Para pengusaha KJA pun berharap adanya solusi konkret agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (net)

Editor : Editor Satu
#ikan mati #keramba jaring apung #danau toba