Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Waspada Penipuan Berkedok TASPEN, Ini 5 Modus yang Harus Dikenali Pensiunan ASN

Editor Satu • Kamis, 24 Juli 2025 | 14:32 WIB

PT TASPEN (Persero) mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh peserta, terutama para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan TASPEN.
PT TASPEN (Persero) mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh peserta, terutama para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan TASPEN.

JAKARTA, METRODAILY - PT TASPEN (Persero) mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh peserta, terutama para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan TASPEN.

Maraknya laporan kasus penipuan digital memicu kekhawatiran serius, mengingat banyak korban adalah pensiunan yang belum terbiasa dengan layanan digital.

Direktur Utama TASPEN, Rony Hanityo Aprianto, menyatakan bahwa perlindungan data pribadi dan kesejahteraan peserta menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Cegah Karhutla, BPBD Sumut Serahkan Mesin Pemadam ke Padang Lawas

“Peserta, khususnya pensiunan, sangat rentan terhadap praktik penipuan digital. Kami perkuat sistem keamanan dan gencarkan edukasi digital,” tegasnya.

Berikut ini 5 modus penipuan yang kerap digunakan para pelaku:

  1. Klaim Penyaluran Pensiun Hanya Lewat Kantor Pos
    Info ini dipastikan hoaks. TASPEN bekerja sama dengan 43 bank dan 1 Kantor Pos sebagai mitra bayar. Peserta bebas memilih mitra sesuai kebutuhan.

  2. Modus Pembaruan Data via Tautan Palsu
    Pelaku mengaku sebagai pegawai TASPEN dan mengirim link lewat WA, SMS, atau email. Jika diklik, data pribadi korban seperti NIP, NIK, PIN, atau OTP bisa dicuri.

  3. Janji Bonus Dividen dan Kenaikan Tunjangan
    Penipu menjanjikan kenaikan tunjangan atau bonus, lalu mengarahkan korban ke link pencairan palsu. Faktanya, itu situs jebakan untuk meretas rekening.

  4. Surat Edaran dan Tugas Palsu
    Penipu menyebarkan dokumen palsu bergaya resmi—lengkap dengan kop surat, barcode, tanda tangan, dan logo TASPEN—untuk memaksa korban mengikuti instruksi.

  5. Modus Pengembalian Dana
    Hati-hati jika ada yang meminta pengembalian dana mengatasnamakan TASPEN. Semua layanan TASPEN GRATIS. Jika ada yang meminta biaya, dipastikan itu penipuan!

Baca Juga: Dua Lembaga Adat di Madina Dilebur, Bupati Saipullah: Tidak Boleh Berpolitik

Sebagai bentuk perlindungan, TASPEN mendorong peserta menerapkan prinsip 3 Langkah Waspada:

Baca Juga: Gandeng Uniview China, PT Bedage Tawarkan Konsep Smart City Global untuk Siantar

TASPEN memastikan komitmen penuh terhadap layanan aman, transparan, dan bebas penipuan, sejalan dengan transformasi digital BUMN dan visi Indonesia Emas 2045. (rel)

Editor : Editor Satu
#modus penipuan #taspen