Air Keruh, Ribuan Ikan di Danau Toba Mati Mendadak, Peternak Gagal Panen
Editor Satu• Rabu, 23 Juli 2025 | 12:35 WIB
Ikan-ikan bermatian di keramba di perairan Danau Toba.
SAMOSIR, METRODAILY – Musim kemarau panjang yang melanda kawasan Danau Toba kini membawa dampak serius.
Ribuan ikan nila dan ikan mas milik peternak di keramba-keramba jaring apung ditemukan mati mendadak, diduga akibat perubahan kualitas air dan kurangnya oksigen!
Insiden terbaru terjadi di Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Minggu (20/7). Air danau yang menguning, keruh, dan disertai angin kencang, diduga menjadi penyebab utama kematian massal ikan.
"Pas mau mancing, saya lihat ribuan ikan mati di keramba. Tepatnya di dekat tempat pemancingan Tanjung Bunga," ujar Daniel Ginting, salah satu warga yang menyaksikan langsung.
Menurut Daniel, angin kencang menyebabkan oksigen di dalam air menipis, membuat ikan-ikan lemas dan akhirnya mati. "Kata pemilik keramba, ikan-ikan itu lemas karena kurang oksigen, ditambah terombang-ambing oleh angin," tambahnya.
Tak hanya rugi secara ekonomi, kematian massal ikan ini juga mengancam pencemaran air Danau Toba. Beruntung, pemilik keramba langsung bertindak cepat membersihkan bangkai ikan dari perairan.
“Pemilik keramba bersihkan ikan-ikan mati untuk cegah pencemaran air Danau Toba,” tutur Daniel.
Fenomena ini menjadi peringatan serius atas dampak perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem terhadap ekosistem Danau Toba dan penghidupan masyarakat sekitarnya. (net)