SUMATERA UTARA, METRODAILY – PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) mencatat progres signifikan pada pembangunan Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat), khususnya pada Seksi 4 Dolok Merawan – Pematang Siantar segmen Sinaksak–Simpang Panei sepanjang 13 km.
Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, mengungkapkan bahwa hingga Juli 2025, progres fisik pembangunan telah mencapai 99,19 persen, dan ruas ini ditargetkan bisa beroperasi secara fungsional saat Natal dan Tahun Baru 2026.
“Kalau ruas ini selesai, waktu tempuh Medan ke Danau Toba yang biasanya 6 jam bisa dipangkas jadi hanya 2 jam,” kata Dindin.
Menurutnya, pengoperasian penuh Tol Kutepat sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) akan menjadi pengungkit utama peningkatan jumlah wisatawan ke Danau Toba, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
“UMKM, hotel, restoran, dan pelaku industri kreatif akan ikut terdampak positif. Ini multiplier effect-nya sangat besar,” tambahnya.
Tak hanya efisiensi waktu dan mobilitas, Dindin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini tetap memperhatikan aspek keberlanjutan, kelestarian lingkungan, dan nilai budaya lokal.
Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar manfaat ekonomi terasa langsung oleh warga sekitar.
Toba Caldera UGG: Tol Jadi Kunci Lompatan Pariwisata dan PAD
General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (UGG), Azizul Kholis, menyebut pembangunan ruas tol Kutepat sangat vital bagi pengembangan pariwisata Danau Toba.
“Tanpa infrastruktur, wisatawan akan kesulitan menjangkau destinasi. Ini momentum besar untuk membangkitkan Toba,” ujar Azizul.
Azizul mengungkapkan, efek langsung pengoperasian tol sudah terasa di sejumlah kawasan, seperti Kabupaten Samosir yang mencatat PAD sebesar Rp887 juta hanya dalam satu bulan liburan Juni–Juli 2025.
“Konektivitas mempercepat mobilitas, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal,” tegasnya.
Dengan rampungnya ruas Seksi 4 Dolok Merawan–Pematang Siantar, Tol Kutepat diproyeksikan menjadi game changer untuk distribusi logistik, pengembangan kawasan industri, dan lompatan pariwisata berkelas dunia di Sumatera Utara. (Rel/mea)
Editor : Editor Satu