Petani Toba Menjerit, Bibit Ikan Mas Berkualitas Sulit Didapat, Produksi Terancam
Editor Satu• Kamis, 17 Juli 2025 | 14:40 WIB
Sawah di Kecamatan Porsea mulai dibentuk untuk kolam ikan mas.
TOBA, METRODAILY – Petani di tiga kecamatan di Kabupaten Toba, yakni Porsea, Parmaksian, dan Uluan, Sumatera Utara, tengah kesulitan mendapatkan benih ikan mas berkualitas menjelang masa tebar pascapanen.
Tradisi lokal mengharuskan petani memanfaatkan lahan sawah menjadi kolam ikan usai panen raya. Namun tahun ini, langkah itu terancam gagal karena benih ikan mas sulit didapat.
“Sekitar seminggu hingga dua minggu lagi benih sudah layak ditebar. Tapi sekarang, sangat sulit mencari benih yang benar-benar berkualitas,” keluh Riana Silaban, petani asal Porsea, Rabu (16/7/2025).
Menurut Sogar Manurung, warga Kecamatan Uluan, kondisi ini berbeda jauh dibanding satu dekade lalu. "Dulu, Porsea, Parmaksian, dan Uluan dikenal sebagai sentra benih ikan mas unggulan," ungkapnya.
Kini, petani terpaksa mencari benih hingga ke Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Sayangnya, benih dari luar daerah justru tak menjamin kualitas.
“Benih dari Siantar hanya bertahan hidup sekitar 40-60 persen. Banyak yang mati karena kondisi air dan tanah di Toba berbeda,” jelasnya.
Sogar mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Toba turun tangan mencari solusi jangka panjang. Salah satunya, dengan mendorong kelompok tani untuk membuat unit pembenihan mandiri.
“Kita butuh pelatihan dan dukungan dari pemerintah agar petani bisa mandiri dan tak lagi tergantung pada daerah lain,” pungkasnya. (net)