Tingkatkan PAD & Percepat APBD di Sibolga, Digitalisasi Pemda Jadi Senjata
Editor Satu• Rabu, 16 Juli 2025 | 12:50 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera saat menandatangani komitmen bersama digitalisasi pembayaran pajak, Senin (14/7) di Graha Aulia BI Sibolga.
SIBOLGA, METRODAILY – Digitalisasi transaksi bukan lagi sekadar tren, melainkan jurus wajib bagi pemerintah daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, menegaskan hal ini saat acara capacity building implementasi ETPD dan sosialisasi digitalisasi sistem pembayaran, Senin (14/7/2025).
“Digitalisasi adalah solusi untuk menjawab tantangan saat ini. Akselerasi pembayaran non-tunai bakal mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan percepatan realisasi APBD,” tegas Riza di Graha Aulia BI Sibolga.
Riza juga membeberkan data: transaksi QRIS di Sibolga dan Tapanuli Tengah melonjak drastis! Nilainya tembus Rp 98,6 miliar hingga Mei 2025, tumbuh 57,17% dari tahun sebelumnya. Jumlah merchant pun meroket jadi 27.400, mayoritas UMKM.
Namun ia juga mengingatkan tantangan masih besar: Indeks ETPD Kota Sibolga justru turun tipis jadi 93,5% di semester II/2024, dan peringkat TP2DD turun ke posisi 23 dari 34 kota di Sumatra.
“Masih banyak yang harus dibenahi, termasuk kesadaran masyarakat dan optimalisasi kinerja TP2DD. Tapi ini jadi peluang untuk dorong reformasi pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” kata Riza.
BI Sibolga pun menyiapkan rangkaian program 2025: rapat koordinasi, capacity building, sosialisasi, hingga event nasional demi mendongkrak digitalisasi dan kinerja Pemda.(rb)