MEDAN, METRODAILY – Di tengah gejolak ekonomi global dan perlambatan nasional, perekonomian Sumatera Utara tetap menunjukkan ketangguhan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumut, triwulan I-2025 mencatat pertumbuhan ekonomi 4,67% (yoy).
Meski lebih rendah dibanding nasional (4,87%), Sumut tetap unggul lewat ledakan sektor ekspor dan konsumsi rumah tangga.
Sektor transportasi dan pergudangan tumbuh fantastis 12,13%, sementara pertanian – penopang utama PDRB Sumut – tetap naik 4,7%. Industri pengolahan juga tumbuh meski dibayangi penurunan permintaan global.
Per Mei 2025, kredit bank umum Sumut melonjak 14,34% (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional 8,43%. Sebagian besar kredit disalurkan untuk sektor produktif seperti industri pengolahan dan pertanian, termasuk lewat program SERAYA (pengembangan sawit rakyat). Total kredit UMKM juga naik jadi Rp81,15 triliun, didominasi segmen mikro dan kecil.
Jumlah investor pasar modal Sumut naik jadi 649.076 akun, didominasi usia 18–25 tahun (33,92%). Nilai transaksi jual beli saham sentuh Rp12,5 triliun, meski pergerakan sempat melambat akibat kehati-hatian investor.
Outstanding P2P lending naik signifikan 49,14% yoy jadi Rp2,87 triliun, meski risiko kredit meningkat (TWP90: 2,03%). Bisnis gadai juga melejit 33,93% yoy menjadi Rp6,07 triliun, menjadi alternatif pembiayaan masyarakat.
OJK mengeluarkan berbagai regulasi baru, termasuk penguatan fungsi kepatuhan dan audit internal untuk BPR/BPRS, transparansi kepemilikan saham, hingga sertifikasi kompetensi SDM lembaga keuangan. OJK juga siapkan POJK baru untuk memperkuat asuransi kesehatan dan sistem pelaporan anti fraud.
Lewat program SEJAGAT, OJK Sumut bersama pemda dan Bulog mendanai petani jagung rakyat, menyusul keberhasilan SERAYA di sektor sawit. Industri syariah juga kian menggeliat; perbankan syariah tumbuh 9,18%, dan rencana spin-off unit syariah terus berjalan.
Semester I-2025, OJK Sumut menangani lebih dari 1.000 pengaduan konsumen dan gelar 804 edukasi keuangan, menjangkau puluhan ribu peserta dari pelajar hingga petani.
Hingga Juni 2025, OJK telah menuntaskan 149 perkara pidana sektor jasa keuangan. Pengenaan debitur sebagai subjek tindak pidana di sektor perbankan pun mulai diterapkan, sebagai upaya menjaga integritas sektor keuangan.
Di tengah tekanan global, Sumut tetap gas pol: kredit produktif melonjak, pasar modal makin diramaikan investor muda, UMKM disokong pembiayaan, dan sektor pangan digenjot program strategis. OJK optimistis sektor jasa keuangan tetap jadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah. (rel/mea)
Editor : Editor Satu