Sawah Mulai Kering, Kejari Madina Cek Saluran Irigasi, Ternyata Tersumbat Lumpur
Editor Satu• Jumat, 11 Juli 2025 | 12:18 WIB
Tim Kejari Madina saat melihat langsung kondisi air irigasi di Madina.
MADINA, METRODAILY – Ancaman gagal panen mulai menghantui petani di Mandailing Natal (Madina)! Menyikapi informasi maraknya kekeringan lahan akibat saluran irigasi yang tersumbat, Kejaksaan Negeri (Kejari) Madina langsung bergerak cepat.
Dipimpin Kasi Intel Jupri Wandy Banjarnahor, tim Kejari Madina bersama kepala desa setempat melakukan pemantauan langsung ke lokasi saluran irigasi di Desa Sayur Maincat, Kecamatan Hutabargot, Rabu (9/7).
“Ini bentuk respon cepat Kejaksaan terhadap keluhan masyarakat. Sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional dalam Asta Cita Presiden,” tegas Jupri kepada wartawan.
Dari hasil tinjauan, ditemukan saluran irigasi kering akibat kerusakan dan penumpukan lumpur sedimen yang menyumbat aliran air menuju persawahan.
“Kalau ini tidak segera ditangani, tiga kecamatan bisa terdampak: Naga Juang, Hutabargot, dan Panyabungan Utara. Banyak sawah sudah tidak bisa ditanami. Jika berlanjut, pasti gagal panen,” ujarnya.
Jupri juga mengingatkan, jika terjadi gagal panen, bukan hanya petani yang rugi—ketersediaan gabah dan beras pun menurun, yang bisa memicu lonjakan harga pangan.
“Kita sudah koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk segera mengangkat material yang menyumbat saluran irigasi. Ini agar aktivitas pertanian bisa kembali normal,” tandasnya. (net)