AJIBATA, METRODAILY – Inovasi pemasaran produk lokal kembali hadir di kawasan wisata Danau Toba.
PT Pelindo Regional 1 bersama PT ASDP Indonesia Ferry meluncurkan vending machine khusus produk UMK di Pelabuhan Ajibata, Kabupaten Toba, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Rabu (3/7/2025).
Langkah ini dinilai sebagai terobosan dalam mendorong pemberdayaan UMK dan penguatan ekonomi masyarakat kawasan wisata.
Peluncuran vending machine ini dihadiri langsung oleh Komisaris PT Pelindo (Persero) Jodi Mahardi, Executive Director 1 PT Pelindo Regional 1 Jonedi Ramli, serta jajaran manajemen ASDP dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Karhutla di Samosir Meluas Dipicu Angin Kencang, 100 Hektare Hutan Ludes
“Kolaborasi ini bukan hanya inovatif, tapi juga konkret dalam mendukung UMK. Ini bentuk nyata sinergi BUMN untuk Indonesia,” ujar Jodi Mahardi. Ia berharap inisiatif ini bisa menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal di berbagai destinasi lainnya.
Vending machine yang ditempatkan di kawasan pelabuhan akan menjual berbagai produk UMK pilihan, mulai dari makanan ringan, minuman herbal, hingga cendera mata lokal. Semua produk telah dikurasi dan dikemas menarik agar siap bersaing di pasar wisatawan.
Menurut Jonedi Ramli, pemilihan lokasi Pelabuhan Ajibata sangat strategis karena menjadi pintu gerbang wisatawan ke Pulau Samosir dan Danau Toba.
Baca Juga: Wings Air Buka Rute Silangit-Kualanamu, Ini Jadwalnya
“Melalui vending machine digital ini, promosi produk UMK menjadi lebih efektif dan efisien. Produk lokal bisa dikenal wisatawan mancanegara tanpa perlu toko fisik besar,” jelasnya.
Pelaku UMK yang terlibat dalam program ini juga telah mendapatkan pelatihan khusus dari tim TJSL Pelindo dan ASDP, mulai dari manajemen produksi, pemasaran digital, hingga teknik pengemasan modern.
Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, menyebut program ini akan terus dikembangkan dan direplikasi ke pelabuhan lain di Indonesia.
“Harapannya, vending machine UMK bisa hadir di seluruh pelabuhan penyeberangan. Ini jadi langkah konkret mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan sekitar pelabuhan,” tegasnya.
Baca Juga: Menara Doa Sinatapan di Samosir Jadi Magnet Wisata Rohani dan Pernikahan Adat
Program ini juga dinilai menjadi salah satu bentuk adaptasi UMK terhadap tren digitalisasi dalam perdagangan, sekaligus membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha kecil di destinasi wisata. (net)