TANJUNGBALAI, METRODAILY — Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim B menegaskan komitmennya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025.
Dalam rapat terbatas Monitoring dan Evaluasi Peningkatan PAD yang digelar di Aula Thamrin Munthe, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Selasa (1/7/2025), Mahyaruddin menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan kerja keras seluruh perangkat daerah.
“Kita tidak bisa hanya menuntut PAD naik, sementara perhatian nyata ke masyarakat belum maksimal. Berikan dulu yang terbaik, maka mereka pasti akan mendukung,” tegas Mahyaruddin didampingi Kepala BPKPAD, Siti Fatimah.
Baca Juga: Tolak Mobil Dinas Baru, Bupati Labuhanbatu Alihkan Rp2,3 Miliar Kelola Sampah
Wali Kota juga menyoroti penataan sektor-sektor krusial seperti pedagang kaki lima (PKL), perizinan reklame, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Menurutnya, semua kebijakan harus didasarkan pada regulasi yang jelas dan kuat, seperti Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwa).
“Saat ini kita sudah miliki satu Perda dan dua Perwa yang mengatur rinci soal pajak daerah. Itu sudah kita tindaklanjuti ke tingkat provinsi,” ujarnya.
Mahyaruddin menyebutkan sejumlah potensi PAD yang masih belum tergarap maksimal, mulai dari retribusi sampah, pasar, sarang burung walet, PBB, hingga tambatan kapal dan reklame.
Baca Juga: Syuting Adegan Nikah, Elina Joerg Tak Tutup Kemungkinan Cinlok
Ia meminta seluruh OPD pengelola PAD untuk bekerja lebih efektif dengan dukungan sistem berbasis aplikasi dan data yang transparan.
“PAD kita masih kecil. Tapi kalau kita serius, bisa meningkat signifikan dan jadi fondasi pembangunan yang kita biayai dari hasil sendiri, bukan terus bergantung,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut turut hadir para asisten, staf ahli, pimpinan OPD pengelola PAD, dan jajaran BPKPAD. Evaluasi ini menjadi langkah awal Pemko Tanjungbalai untuk menata ulang strategi peningkatan PAD secara menyeluruh dan berkelanjutan. (gia)