Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kemarau Panjang, Warga Samosir Pegunungan Terpaksa Beli Air Rp250 Ribu per Drum

Editor Satu • Kamis, 3 Juli 2025 | 13:02 WIB

Warga Desa Huta Natinggi, Pangururan, Samosir, membeli air bersih karena kekeringan berkepanjangan, Rabu, 2 Juli 2025.
Warga Desa Huta Natinggi, Pangururan, Samosir, membeli air bersih karena kekeringan berkepanjangan, Rabu, 2 Juli 2025.

SAMOSIR, METRODAILY – Warga Desa Huta Natinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, kini harus merogoh kocek dalam untuk mendapatkan air bersih.

Akibat kemarau panjang yang melanda kawasan Danau Toba, harga air bersih di Samosir wilayah pegunungan melonjak hingga Rp250.000 per drum.

“Desa kami sangat susah sumber air bersih, terutama pada saat musim kemarau panjang,” ujar Farels Sitanggang, warga setempat, Rabu (2/7/2025).

Baca Juga: Karhutla di Samosir, Lahan Dilalap Api Capai 50 Hektare

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama sepekan, warga bahkan terpaksa membeli hingga tiga drum air bersih. Kondisi ini semakin menekan masyarakat kecil, terutama yang berpenghasilan rendah.

Gindo Naibaho, penjual air bersih, mengaku permintaan meningkat drastis sejak kemarau melanda. Ia menuturkan harga air tergantung jarak pengiriman. “Semakin jauh jaraknya, harga air makin mahal,” jelasnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Samosir segera turun tangan dan menghadirkan layanan air bersih seperti PAM ke desa mereka. “Kami sudah terlalu lama kesulitan. Sudah saatnya pemerintah hadir memberikan solusi,” tegas Farels.

Baca Juga: Istri Pendeta Rugi Rp12 Miliar Tertipu Bisnis Kopi, Polda Sumut Turun Tangan

Krisis air bersih ini menjadi sorotan serius di tengah panas ekstrem dan cuaca kering yang belum menunjukkan tanda mereda. (net)

Editor : Editor Satu
#kesulitan air bersih #kemarau panjang #pulau samosir