Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tangki Terlalu Dekat Pemukiman, Pertamina Sibolga Didesak Pindahkan Depot

Editor Satu • Kamis, 3 Juli 2025 | 12:35 WIB

Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Sibolga-Tapanuli Tengah saat menyerahkan surat desakan pemindahan Depot Pertamina Sibolga.
Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Sibolga-Tapanuli Tengah saat menyerahkan surat desakan pemindahan Depot Pertamina Sibolga.

SIBOLGA, METRODAILY – Suara desakan agar Depot Pertamina Sibolga dipindahkan kian menguat. Rabu (2/7/2025), Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Sibolga-Tapanuli Tengah resmi melayangkan surat permintaan pemindahan langsung ke pihak Pertamina.

Mereka menilai keberadaan depot yang hanya berjarak 14–25 meter dari rumah warga di Kelurahan Pasar Belakang sudah sangat membahayakan dan tidak memenuhi standar zona penyangga (buffer zone) sebagaimana diatur dalam Permen ESDM No.32 Tahun 2016.

“Sudah beberapa kali terjadi insiden kebocoran tangki di depot tersebut. Meskipun tidak memakan korban, itu tetap menjadi ancaman serius,” tegas Rahmad Hidayat Panggabean dari HMI Sibolga-Tapteng yang turut menandatangani surat tuntutan.

Baca Juga: Meninggal Akibat Leukimia, Aipda Riko Nahampun Dimakamkan secara Kedinasan

Desakan ini juga didasari fakta bahwa Wali Kota Sibolga telah tiga kali menyurati Pertamina agar depot segera dipindah, yakni pada tahun 2017, 2021, dan terakhir pada Januari 2025.

Namun, jawaban dari pihak Pertamina dianggap tidak memuaskan karena hanya berdalih soal keterbatasan lahan alternatif.

“Kami anggap alasan itu tidak masuk akal. Tapanuli Tengah punya banyak lahan luas dan layak untuk relokasi depot,” tambah Sekira Zendrato dari GMKI, yang juga tergabung dalam aliansi tersebut.

Selain HMI dan GMKI, desakan ini juga didukung oleh GMNI, Aliansi BEM, Pemuda Peduli Lingkungan, dan DPD BKPRMI. Tokoh masyarakat Pasar Belakang, Nurdin Z dan Zaid Irsyah Sikumbang, juga turut hadir dalam penyerahan surat tersebut.

Baca Juga: Satgas PKH Sisir Batas Hutan di Paluta, Warga Diimbau Tak Jual-Beli Lahan

Surat tuntutan itu tidak hanya dikirim ke Pertamina, tapi juga ditembuskan ke Presiden RI, Menteri ESDM, Menteri BUMN, Kepala Staf Kepresidenan, Gubernur Sumut, hingga KPK dan Dirut Pertamina.

Aliansi ini mendesak agar keamanan warga menjadi prioritas, bukan hanya aspek bisnis.

“Jangan tunggu tragedi baru bertindak!” tegas Ganda Anugrah Larosa dari Pemuda Peduli Lingkungan.

Jika desakan ini terus diabaikan, mereka menyebut akan menggelar aksi besar-besaran untuk menekan pemerintah dan Pertamina mengambil keputusan tegas. (ts)

Editor : Editor Satu
#Depot Pertamina Sibolga