Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

LPG 3 Kg Langka di Padangsidimpuan, Harga Melambung Tinggi

Edi Saragih • Kamis, 19 Juni 2025 | 18:12 WIB

 

Lebih sepekan Gas subsidi LPG 3 Kg Langka di Kota Padangsidimpuan, harga melambung.
Lebih sepekan Gas subsidi LPG 3 Kg Langka di Kota Padangsidimpuan, harga melambung.

SIDIMPUAN, METRODAILY - Lebih sepekan warga Kota Padangsidimpuan mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kg, khususnya bagi pedagang kecil (Mikro) dan masyarakat.

Banyak pedagang mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan gas LPG 3 Kg, bahkan beberapa pedagang harus berhenti berjualan karena kehabisan stok. Masyarakat juga kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari, dan terpaksa membeli dengan harga yang lebih tinggi di pengecer.

Akibat kelangkaan ini, banyak pedagang kecil yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan harus rela tidak berjualan, bahkan usaha mereka bisa gulung tikar.
Alim (38) salah satu pedagang usaha martabak dan roti bakar di daerah Kelurahan Sadabuan, mengeluhkan gas melon yang sulit didapat. Alhasil, dia terpaksa tidak bisa berjualan beberapa hari ini.

“Sudah 3 hari kami tidak jualan bang, gas LPG 3 Kg sulit didapat, kalau adapun harganya naik bisa Rp 25 ribu - Rp 30 ribu per tabung," ucapnya kepada awak media, Kamis (19/6/2025)

Padahal Alim mengaku sudah mencari hingga ke seluruh toko berbeda yang menjual gas LPG 3 Kg di Kota Padangsidimpuan.
“Pencarian kami nihil, karena kelangkaan ini usaha saya tutup sementara bang," imbuhnya.

Tak jauh berbeda, Hartati Siregar (30) ibu rumah tangga yang tinggal di rumah kontrakan di daerah Jalan Kenanga mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 Kg di Kota Padangsidimpuan. Menurutnya, dengan kelangkaan ini membuat harga gas 3 kg di pasaran melambung.
Hartati sampai harus merogoh kocek lebih mahal untuk 'gas melon' ini, yakni Rp 27 ribu per tabung.

Pemko Padangsidimpuan, Pertamina Patra Niaga dan Polri Pengawasan di Lapangan

Menanggapi hal kelangkaan LPG 3 Kg, Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan bersama pihak Pertamina Patra Niaga dan Polri langsung melakukan sidak sekaligus pengawasan pendistribusian gas LPJ 3 Kg, pada Rabu (18/6/2025)

Hasilnya, pihak Pertamina Patra Niaga menemukan sejumlah oknum Pengusaha Restoran, Cafe dan Lauundry masih memakai gas LPG 3 Kg bersubsidi.

“Padahal peruntukan dan prioritas gas LPG 3 Kg ini untuk masyarakat miskin, Ibu rumah tangga, Petani,Nelayan dan usha kecil (mikro)," sebutkan SBM Sibolga IV Gas, Hadyan selaku mewakili Pertamina Patra Niaga kepada awak media usai melakukan sidak sekaligus pengawasan pendistribusian gas LPG 3 Kg di Kota Padangsidimpuan.

"Pendistribusian gas LPG 3 Kg di Kota Padangsidimpuan lancar, baik dari tingkat SPBE ke agen dan dari agen ke tingkat pangkalan,"ucap Hadyan.

Selain itu, kita juga dari Pertamina Patra Niaga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengusaha terkait untuk peruntukan gas LPG bersubsidi dan non subsidi.

“Dan kepada oknum pengusaha yang masih memakai gas LPG 3 Kg ini kita berikan sanksi berupa switching atau dengan kata lain menukar langsung tabung gas LPG 3 Kg (Subsidi) dengan tabung gas LPG ukuran 5,5 Kg dan 12 Kg (Non Subsidi),”katanya.

Dia juga mengingatkan supaya pangkalan LPG tidak boleh menjual LPG lebih dari Harga Eceran Tertinggi ( HET ), dan untuk HET gas LPG 3 Kg seharga Rp. 17.000.

"Dikatakannya dari tingkat agen itu seharga Rp. 15.000. Kita juga berharap supaya Pemko Padangsidimpuan bersama pihak Polres Padangsidimpuan dapat terus mengawasi dan memberikan surat edaran untuk yang berhak menggunakan gas LPG 3 Kg ini,”terang Hadyan.

Sementara mewakili Wali Kota Padangsidimpuan yaitu Kabag Perekonomian Daulat Parlaungan Dalimunthe, mengapresiasi pihak Pertamina Patra Niaga yang telah melakukan pengawasan dan berupa tindakan demi terjaganya kondusifitas ditengah-tengan masyarakat khususnya untuk pemakaian gas LPG bersubsidi dan non subsidi.

"Pemko Padangsidimpuan akan secepatnya merekondisi surat edaran untuk larangan kepada ASN, Polri dan TNI untuk tidak memakai LPG 3 Kg ini," ujar Daulat.

Turut serta dalam sidak dan sekaligus pengawasan pendistribusian gas LPG 3 Kg ini yaitu Satpol PP Kota Padangsidimpuan, Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan, Dinas Perdagangan dan pihak terkait lainnya.

Dari hasil pantauan awak media sampai berita ini diturunkan, kelangkaan gas LPG 3 Kg masih langka di pasaran, masyarakat mengharapkan kelangkaan dan harga Gas LPG 3 Kg bisa diatasi Pemerintah Kota Padangsidimpuan.(Irs)

Editor : Metro-Esa
#Pemko Padangsidimpuan #elpiji subsidi