TOBA, METRODAILY – Bank Indonesia (BI) Sibolga bersama Pemerintah Kabupaten Toba memanen perdana padi varietas unggul Gamagora di Desa Baruara, Kecamatan Balige, Kamis (5/6/2025).
Panen dilakukan di atas demplot seluas dua hektare milik Gapoktan Tani Maju, kelompok tani binaan BI sejak 2023. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, perwakilan BPS Toba, Dinas Pertanian, Bulog Pematangsiantar, dan Kepala Desa Baruara.
Kepala Perwakilan BI Sibolga Riza Putera menyebut hasil panen mencapai 6,3 ton per hektare, jauh lebih tinggi dibanding varietas lain yang hanya 4,9 ton per hektare di tengah serangan hama wereng dan kresek.
Baca Juga: Pasar Aksara 'Disulap' Jadi Kafe, Dituding Ada Kepentingan Tersembunyi
“Varietas Gamagora ini merupakan hasil riset UGM. Dengan umur panen 95 HST, potensi anak mencapai 47 per rumpun, tahan hama, dan biaya produksi lebih efisien. Ini potensi besar untuk diterapkan lebih luas di wilayah kerja BI Sibolga,” ujar Riza.
Ia menegaskan, program ini merupakan tindak lanjut dari studi banding Tim TPID Sumut ke NTB dan menjadi bagian dari dukungan BI terhadap ketahanan pangan nasional. BI Sibolga juga akan mendorong replikasi penanaman Gamagora di daerah lain.
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy, mengapresiasi langkah BI Sibolga yang dinilai berhasil memperkenalkan inovasi pertanian berbasis organik, seperti penggunaan Humic Acid, Pupuk Organik Cair, dan PGPR. “Ini langkah konkret yang perlu direplikasi kelompok tani lainnya,” ucapnya.
Baca Juga: Seorang Pemotor Tewas Ditabrak Innova di Batangtoru
Ketua Gapoktan Tani Maju, Ronal Tambunan, menyatakan siap melanjutkan penanaman di musim kedua. “Kami juga ingin menjadi penangkar bibit Gamagora agar bisa membantu petani lain di daerah ini,” katanya.
Selain panen, BI Sibolga juga melakukan pembinaan melalui pelatihan, peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan produk turunan pertanian dan kemitraan dengan agroindustri. (ril/rb)
Editor : Editor Satu