SIANTAR, METRODAILY – Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Pematangsiantar mengalami deflasi -0,17 persen (month to month) pada Mei 2025.
Deflasi ini lebih tinggi dibanding deflasi Provinsi Sumatera Utara sebesar -0,49 persen dan nasional -0,37 persen. Sedangkan secara tahunan (year on year), inflasi Pematangsiantar tercatat 2,77 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar, Muqorobin, Selasa (3/6) menjelaskan, deflasi di Pematangsiantar utama dipicu oleh turunnya harga cabai merah akibat meningkatnya stok.
Baca Juga: Polsek Teluk Nibung Imbau Warga Dukung Program Ketahanan Pangan
“Komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar di Kota Pematangsiantar adalah cabai merah (-0,24%), bawang merah (-0,06%), dan bawang putih (-0,05%),” ujar Muqorobin.
Sementara itu, komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah tomat (0,25%), beras (0,05%), dan kontrak rumah (0,03%).
Sebagai upaya pengendalian inflasi, Pemko Pematangsiantar menggelar program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk mendorong warga menanam pangan di pekarangan rumah secara berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan menekan permintaan pasar dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Baca Juga: Pengedar Sabu Diciduk di Depan Kos Missyolin Siantar
“Dengan program ini, tekanan harga bahan pokok terutama cabai dan sayur dapat ditekan sehingga stabilitas harga dan ketahanan pangan lokal terjaga,” tambah Muqorobin.
Ke depan, Kota Pematangsiantar diperkirakan masih akan mengalami deflasi, meski tidak sebesar Mei 2025. (rel)
Editor : Editor Satu