MEDAN, METRODAILY – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan melakukan intervensi besar-besaran untuk mengatasi hama lalat buah yang selama ini meresahkan petani jeruk Karo. Langkah ini diharapkan bisa mengembalikan kejayaan jeruk Karo yang pernah jadi primadona nasional.
Hama lalat buah mulai menyerang sejak 2014, menyebabkan produksi jeruk menurun drastis hingga 40-50%. Akibatnya, harga jeruk pun jatuh dan banyak petani enggan menanam kembali.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengatakan akan memulai dengan pendataan dan penyusunan teknis penanganan yang tepat, disertai sosialisasi agar penanganan dilakukan secara serentak dan bersama-sama.
Baca Juga: OJK Respons Keluhan Dana Pinjaman Mendadak dari Rupiah Cepat
“Saat ini 87,1% lahan jeruk di Sumut sudah terkena serangan lalat buah. Meski begitu, kita masih jadi produsen jeruk terbesar kedua setelah Jawa Timur. Jika maksimal, Sumut bisa menjadi yang nomor satu bahkan di tingkat internasional,” ujar Bobby.
Pakar Kultur Jaringan, Prof. Luthfi Aziz Mahmud Siregar, menekankan pentingnya kesadaran dan pendampingan petani dalam pengelolaan jeruk secara profesional. Penanganan tidak hanya di lahan jeruk, tapi juga area sekitar untuk memutus rantai penyebaran hama.
“Petani harus sadar pentingnya membersihkan buah yang jatuh dan menjaga sanitasi kebun,” kata Prof. Luthfi.
Baca Juga: Indosat Bawa Teknologi AI ke Papua Lewat AI Experience Center
Bupati Karo, Antonius Ginting, menyambut baik perhatian pemerintah pusat dan provinsi. Ia berharap dalam enam bulan ke depan produksi jeruk bisa meningkat lebih dari 40%.
Rakor ini juga dihadiri Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, serta kepala dinas dan OPD terkait. (rel)
Editor : Editor Satu