MEDAN, METRODAILY – Ratusan driver ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Selasa (20/5). Mereka memprotes tingginya potongan dari aplikator yang dinilai memberatkan, serta tidak adanya asuransi keselamatan dan kesehatan yang disediakan oleh perusahaan platform.
“Kami meminta pemerintah menertibkan potongan yang dibebankan aplikator. Ada yang sampai 30 hingga 40 persen,” kata salah satu driver dalam orasinya.
Massa juga menyoroti program promo dan instan dari aplikator yang justru dinilai merugikan mitra pengemudi. Beberapa program bahkan mewajibkan driver membayar jika ingin ikut serta.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Dipastikan Berlanjut pada 2026
“Kami kerja untuk cari uang, tapi justru kami yang harus bayar ke aplikator karena ikut program. Kami mendesak agar program promo dihapus,” lanjutnya.
Para driver juga menyampaikan keluhan soal tidak adanya jaminan asuransi dari aplikator, baik untuk keselamatan kerja maupun kesehatan. Selama ini, mereka harus membayar BPJS secara mandiri tanpa bantuan perusahaan.
“Kami membayar iuran BPJS sendiri. Tidak ada kontribusi dari aplikator,” ujarnya.
Aksi ini juga disertai tuntutan kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto agar segera membuat regulasi yang memberikan perlindungan hukum bagi driver ojol. Massa membawa poster berisi tuntutan, termasuk desakan agar diterbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk sektor ojek online.
Baca Juga: Dukung ESG, HKA Konversi Energi BBM ke CNG untuk Produksi Aspal Ramah Lingkungan
Juru bicara aksi, Agam Zubir, menyatakan bahwa payung hukum sangat dibutuhkan agar para driver tidak terus-menerus dirugikan sistem aplikator.
“Kami memohon Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sumut segera memperhatikan nasib ojol, dan mengeluarkan regulasi berbentuk Perppu karena legislator tidak kunjung membuat aturan yang berpihak kepada kami,” tegas Agam.
Selain soal regulasi, mereka juga mendesak agar program promo yang dianggap menggerus pendapatan segera dihentikan.
“Kami ingin program instan dan promo dihapus karena membuat pendapatan kami jauh dari layak,” pungkasnya. (dtc)
Editor : Editor Satu