Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dukung ESG, HKA Konversi Energi BBM ke CNG untuk Produksi Aspal Ramah Lingkungan

Editor Satu • Rabu, 21 Mei 2025 | 10:55 WIB

PT Hakaaston (HKA), anak usaha PT Hutama Karya, mulai menerapkan konversi energi dari BBM ke CNG pada Asphalt Mixing Plant (AMP) Jabodetabek.
PT Hakaaston (HKA), anak usaha PT Hutama Karya, mulai menerapkan konversi energi dari BBM ke CNG pada Asphalt Mixing Plant (AMP) Jabodetabek.

JAKARTA, METRODAILY – PT Hakaaston (HKA), anak usaha PT Hutama Karya (Persero), mulai menerapkan konversi energi dari bahan bakar minyak (BBM) ke Compressed Natural Gas (CNG) pada Asphalt Mixing Plant (AMP) Jabodetabek di Cileungsi, Jawa Barat.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen HKA dalam mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada pengurangan emisi dan efisiensi energi bersih di sektor konstruksi.

Konversi ini dipilih sebagai solusi atas tingginya biaya operasional dari BBM. Dengan CNG, HKA berhasil mencatat efisiensi produksi hingga 5,7%, melampaui target awal sebesar 5%.

Baca Juga: Edarkan Sabu dan Ekstasi, Pria di Simalungun Diciduk di Rumah Kosong

Konversi ke CNG bukan hanya soal efisiensi biaya, tapi juga bagian dari tanggung jawab lingkungan dan masa depan industri konstruksi. Ini adalah bentuk nyata transformasi kami menuju produksi yang lebih berkelanjutan,” kata Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, Senin (19/5/2025).

Penggunaan CNG dinilai lebih unggul dibanding solar industri. CNG memiliki faktor emisi karbon 43 ton CO₂ per terajoule, jauh lebih rendah dibanding solar yang mencapai 76–77 ton CO₂ per terajoule. Penggunaan CNG di AMP Jabodetabek diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 878.584 ton CO₂ per tahun.

Selain ramah lingkungan, proses pembakaran CNG juga lebih stabil dan tidak menurunkan kualitas aspal. CNG tidak membutuhkan tangki penyimpanan, langsung disalurkan dari pemasok, serta lebih aman karena jika bocor, gasnya akan langsung menguap ke udara.

Baca Juga: Bau Menyengat Rongsokan Bikin Warga Jalan Merpati Siantar Resah

CNG menjaga suhu tetap stabil di alat pemanas, yang penting untuk menjaga kualitas aspal. Ini menjadikan produksi lebih efisien, hemat biaya, dan tidak meninggalkan residu pencemar,” ujar Martin.

AMP Jabodetabek ditetapkan sebagai proyek percontohan pada 2023, dan akan diperluas ke delapan AMP lainnya di enam provinsi: Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung. Program ini dikembangkan oleh Tim CNG dan Unit Produksi dengan pengawasan Departemen Operasi II serta dukungan vendor burner dan gas.

HKA juga menerapkan sistem monitoring konsumsi bahan bakar secara digital melalui aplikasi LAMPS (Live Asphalt Mixing Plant System) untuk kontrol dan penjadwalan produksi berbasis data secara real time.

Baca Juga: Bertengkar Soal Makanan, Adik Bunuh Abang lalu Pura-pura Sakit Jiwa

Salah satu proyek yang sudah memanfaatkan hasil produksi CNG adalah pengaspalan Proving Ground di Bekasi, fasilitas pengujian kendaraan berstandar internasional dengan jalur akselerasi, pengereman, dan uji kebisingan.

Dengan digitalisasi dan manajemen energi terintegrasi, kami pastikan efisiensi tetap terjaga dan konsisten di semua unit produksi,” tutup Martin.

Konversi energi ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan HKA untuk meningkatkan daya saing industri dan menjawab tantangan energi masa depan. (rel)

Editor : Editor Satu
#hutama karya #konversi energi #PT Hakaaston