Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pemkab Palas Kaji Usulan Pembubaran Gapoktan Bukit Mas

Editor Satu • Rabu, 30 April 2025 | 12:50 WIB
Bupati Palas Putra Mahkota Alam Hasibuan bersama masyarakat yang mengusulkan pembubaran Koperasi Bukit Mas.
Bupati Palas Putra Mahkota Alam Hasibuan bersama masyarakat yang mengusulkan pembubaran Koperasi Bukit Mas.

PADANGLAWAS, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Padanglawas (Palas) menyatakan akan mengkaji permintaan pembubaran Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bukit Mas yang disampaikan ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Sosopan.

Kajian diperlukan agar langkah yang diambil tidak menyalahi ketentuan hukum yang berlaku.

Hal itu disampaikan Bupati Palas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, saat menerima audiensi perwakilan warga di Aula Kantor Bupati, Senin (28/4/2025).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Achmad Fauzan Nasution, Asisten I Panguhum Nasution, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan Kepala Dinas Pertanian Palas.

Baca Juga: Dua Desa di Panyabungan Timur Bentuk Koperasi Merah Putih

Dalam pertemuan itu, warga meminta Pemkab Palas membubarkan kemitraan Gapoktan Bukit Mas dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL), yang dinilai telah merugikan masyarakat karena pembukaan dan penanaman pohon eucalyptus di lahan seluas 2.573 hektare di wilayah Sosopan.

“Pemkab Palas akan memihak kepada kepentingan masyarakat. Namun, persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara terburu-buru. Kita perlu mempelajari aspek hukum dan memanggil pihak Gapoktan maupun PT TPL dalam waktu dekat untuk mencari solusi terbaik,” ujar Bupati.

Perwakilan warga, Ansor Harahap, menyampaikan bahwa pembubaran Gapoktan mendesak dilakukan untuk menghindari konflik berkepanjangan.

Baca Juga: Tim Pencari Iptu Tomi Ditembaki Kelompok Kriminal Bersenjata

Ia menyoroti proses perizinan yang dinilai tidak transparan dan menyebut banyak masyarakat yang menguasai lahan tidak tergabung dalam Gapoktan.

Senada, tokoh masyarakat Sosopan, Jupen Hasibuan, menegaskan bahwa kehadiran Gapoktan Bukit Mas telah menimbulkan keresahan. Menurutnya, lahan yang digarap masyarakat selama puluhan tahun kini terancam akibat kemitraan tersebut.

“Kami berharap pemerintah membantu menjaga lahan yang menjadi sumber penghidupan kami,” ujarnya.

Sebelumnya, masyarakat Sosopan telah beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa menolak kehadiran Gapoktan dan meminta kemitraan dengan PT TPL dihentikan secara permanen. (net)

Editor : Editor Satu
#Pembubaran gapoktan #Pemkab Palas