TAPTENG, METRODAILY — Maraknya kapal pukat trawl yang beroperasi di perairan pantai Sibolga-Tapanuli Tengah (Tapteng) menuai kecaman dari kalangan pemuda.
Sekretaris DPC Cendekiawan Muda Muslim Indonesia (CMMI) Sibolga-Tapteng, M. Riski Pane, menilai kehadiran kapal-kapal tersebut merugikan nelayan tradisional.
Riski menyatakan kekesalannya setelah menerima langsung keluhan para nelayan "Panjaring Salam" di kawasan Ahmad Dahlan, Kota Sibolga, Sabtu (26/4/2025).
Ia menyebut penggunaan pukat trawl telah merusak alat tangkap nelayan kecil tanpa adanya tanggung jawab dari pemilik kapal.
"Jaring para nelayan rusak parah. Ironisnya, pemilik kapal trawl tidak menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab," ujar Riski.
Baca Juga: Kabupaten Toba Siapkan Makam IL Nommensen Jadi Destinasi Wisata Religi
Ia juga mengkritik lemahnya pengawasan dari pihak berwenang, yang menurutnya membiarkan kapal pukat trawl beroperasi bebas di zona tangkapan nelayan tradisional. "Ini jelas melanggar aturan, tapi seperti dibiarkan saja," tegasnya.
Riski mendesak pihak berwenang, termasuk Lanal Sibolga, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta kepolisian di Sibolga dan Tapteng, untuk segera mengambil tindakan tegas.
"Kalau tidak segera ditertibkan, jangan salahkan nelayan kalau akhirnya mengambil langkah sendiri. Kami di CMMI siap berada di barisan depan membela nelayan," katanya.
Baca Juga: Bupati Tapteng Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Barus
Sebagai anak nelayan, Riski menyatakan memahami betul kesulitan yang dihadapi komunitas nelayan kecil di Sibolga-Tapteng. Ia menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap praktik ilegal yang merugikan nelayan tradisional. (RRI)
Editor : Editor Satu