MEDAN, METRODAILY – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut, Yuliani Siregar, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab banjir dan longsor yang melanda Kota Padangsidimpuan.
Dugaan awal menunjukkan bahwa penggunaan Areal Penggunaan Lain (APL) menjadi faktor dominan dalam bencana ini.
“Kami telah menerima laporan terkait dampak banjir dan longsor di beberapa kecamatan di Kota Padangsidimpuan. Dugaan sementara, sebagian besar bencana ini dipengaruhi oleh APL, namun tim kami akan segera turun ke lapangan untuk verifikasi,” ujar Yuliani, Senin (17/3/2025).
Berdasarkan laporan dari Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota, tiga kecamatan terdampak paling parah, yakni Padangsidimpuan Utara, Padangsidimpuan Batunadua, dan Padangsidimpuan Selatan.
Dari data spasial yang tersedia, beberapa hulu sungai yang mengaliri wilayah terdampak berasal dari kawasan hutan konservasi dan produksi. Namun, mayoritas aliran sungai melewati APL, yang diperkirakan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir.
Di Kecamatan Padangsidimpuan Utara, hulu sungai yang mengalir berasal dari Hutan Suaka Alam (CA Lubuk Raya dan CA Dolok Sibualbuali), serta beberapa titik APL di Angkola Barat dan Padangsidimpuan Hutaimbaru.
Begitu pula di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua dan Padangsidimpuan Selatan, aliran sungai terpanjang melewati APL, dengan sebagian hulu sungai berada dalam konsesi PT TPL.
“Dari total 14 hulu sungai yang masuk dalam kawasan hutan produksi, sebanyak 7 hulu berada di dalam konsesi PT TPL. Ini menjadi salah satu faktor yang akan kami dalami dalam investigasi lebih lanjut,” tambah Yuliani.
Dinas LHK Sumut berencana melakukan inspeksi langsung ke lokasi guna memastikan dampak APL terhadap ekosistem serta mencari solusi pencegahan bencana serupa di masa depan. (san/han)
Editor : Editor Satu