Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

APBD Tapsel 2025 Terancam Krisis, Pembangunan Tersendat

Editor Satu • Selasa, 18 Maret 2025 | 12:10 WIB

Rangkaian Safari Ramadan Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga di Desa Batu Horpak, Kecamatan Tantom Angkola.
Rangkaian Safari Ramadan Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga di Desa Batu Horpak, Kecamatan Tantom Angkola.

TAPSEL, METRODAILY – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 sedang mengalami tekanan berat.

Hal ini disebabkan oleh membengkaknya belanja pegawai dan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, yang berdampak langsung pada program pembangunan daerah.

Usai meninjau dan menyerahkan bantuan kepada korban banjir di beberapa kecamatan, Bupati Gus Irawan memimpin Safari Ramadan di Desa Batu Horpak, Kecamatan Tantom Angkola, pada Minggu (16/3/2025).

Turut hadir Wakil Bupati Tapsel, Jafar Syahbuddin Ritonga, Kapolres Tapsel AKBP Yasir Ahmadi, Sekda Sofyan Adil, Wakil Ketua DPRD Abdul Basith Dalimunthe, serta sejumlah pimpinan OPD dan tokoh masyarakat.

Kapolres Tapsel, AKBP Yasir Ahmadi, menyampaikan bahwa saat ini Pemkab Tapsel tengah menghadapi kendala besar akibat pemotongan anggaran oleh pemerintah pusat. Ia mengajak masyarakat untuk bersatu mendukung pemerintahan Gus Irawan dalam mengatasi tantangan ini.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas dan menghindari penggunaan knalpot brong,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Tapsel, Abdul Basith Dalimunthe, menjelaskan bahwa sekitar Rp200 miliar yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur justru dialihkan untuk menutupi belanja pegawai.

Hal ini terjadi akibat pengangkatan ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari tahun 2021 hingga 2024.

“Belanja pegawai tahun ini membengkak hingga Rp739 miliar. Akibatnya, anggaran pembangunan menjadi sangat kecil,” ungkap Basith.

Bupati Gus Irawan menanggapi dengan menegaskan bahwa APBD 2025 mengalami tantangan terbesar dalam satu dekade terakhir. Ia membandingkan struktur APBD 2015, di mana belanja daerah mencapai Rp1,1 triliun dengan alokasi belanja modal sebesar 27,16 persen atau Rp303 miliar untuk pembangunan.

Pada 2020, meskipun terjadi pemotongan anggaran Rp190 miliar akibat pandemi Covid-19, belanja modal masih mencapai Rp315 miliar atau 23,39 persen.

Baca Juga: Sat Resnarkoba Polres Tebingtinggi Ringkus Buruh Harian Pemilik Ganja

Namun, pada 2025, belanja daerah meningkat menjadi Rp1,5 triliun, tetapi anggaran untuk pembangunan justru turun drastis menjadi hanya 5,8 persen atau sekitar Rp89 miliar. “Bapak ibu sekalian, dibandingkan dengan banjir yang baru saja kami tinjau, bencana yang melanda APBD kita ini jauh lebih besar,” ujar Gus Irawan.

Selain belanja pegawai yang meningkat, APBD Tapsel 2025 juga terkena dampak pemotongan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp113 miliar. Akibatnya, beberapa program pembangunan yang telah direncanakan dalam APBD terpaksa dibatalkan.

Di akhir acara, Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Wakil Ketua DPRD, dan Kapolres menyerahkan zakat pegawai Pemkab Tapsel kepada masyarakat yang membutuhkan, serta bantuan bagi korban kebakaran dan alat pengeras suara ke BKM Batu Horpak. (rel)

Editor : Editor Satu
#APBD Tapsel 2025