Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Rusia Gunakan Bitcoin dan USDt untuk Perdagangan Minyak dengan China dan India

Editor Satu • Jumat, 14 Maret 2025 | 16:07 WIB

Kripto - Ilustrasi.
Kripto - Ilustrasi.

MOSKOW, METRODAILY – Di tengah sanksi internasional yang membatasi transaksi keuangan, perusahaan minyak Rusia dilaporkan menggunakan Bitcoin (BTC) dan Tether (USDt) untuk memfasilitasi perdagangan dengan China dan India, menurut laporan Reuters pada Kamis (14/3).

Menurut sumber yang dikutip Reuters, perdagangan minyak Rusia dengan mata uang kripto melibatkan perantara keuangan internasional.

Dalam mekanisme ini, pembeli minyak dari China membayar perantara dalam yuan ke rekening luar negeri. Selanjutnya, perantara tersebut mengonversi pembayaran ke dalam aset kripto sebelum dikirimkan ke akun lain di Rusia dan dikonversi kembali ke rubel.

Baca Juga: Real Madrid Siapkan Rp1,7 Triliun Demi Striker Tajam Viktor Gyokeres

Salah satu pedagang minyak Rusia disebut menjalankan transaksi bernilai puluhan juta dolar setiap bulan menggunakan aset digital.

Seorang sumber dalam laporan itu menyebutkan bahwa penggunaan kripto dalam perdagangan minyak Rusia tidak hanya bergantung pada sanksi.
Bahkan jika sanksi dicabut dan Rusia kembali bisa menggunakan dolar AS, kripto tetap menjadi pilihan karena efisiensi dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi dibandingkan sistem keuangan tradisional.

"Kami akan tetap menggunakan kripto karena ini adalah alat yang efisien dan mempercepat operasi perdagangan," kata sumber tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa Pilih AI untuk Menulis dan Riset Akademik

Rusia secara terbuka telah mengakui penggunaan Bitcoin dalam perdagangan luar negeri sejak akhir 2024. Namun, laporan ini menjadi bukti pertama bahwa aset kripto benar-benar digunakan dalam transaksi minyak dengan China dan India.

Sementara itu, China masih mempertahankan larangan ketat terhadap transaksi kripto, meski negara tersebut tetap menjadi salah satu pemimpin global dalam penambangan Bitcoin.

Dengan langkah ini, Rusia semakin memperluas opsi pembayaran di luar sistem perbankan konvensional, menunjukkan bahwa aset digital semakin memainkan peran strategis dalam perdagangan global. (cointelegrap)

Editor : Editor Satu
#rusia #kripto #minyak