MEDAN, METRODAILY – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, terus memperkuat komitmen keberlanjutannya dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pemasangan Solar PV berkapasitas 2,1 MWp, yang diharapkan dapat menekan ketergantungan pada energi berbasis fosil.
Direktur PTAR sekaligus Chief Finance Officer (CFO), Noviandri Hakim menjelaskan, perusahaan menargetkan pengurangan emisi hingga 30% pada 2030 dibandingkan tahun 2019.
Untuk mencapai target ini, PTAR tidak hanya mengandalkan Solar PV, tetapi juga menggunakan biofuel B35, memanfaatkan energi terbarukan dari PLN, serta mengoperasikan alat-alat hybrid.
"Kami ingin memastikan bahwa operasional tambang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan. Dengan kombinasi energi terbarukan, kami optimis bisa mencapai target pengurangan emisi," ujar Noviandri dalam acara berbuka puasa bersama wartawan di Medan, Kamis (6/3/2025).
Produksi dan Ekspansi Tambang
Sepanjang 2024, PTAR mencatat peningkatan produksi yang signifikan. Sebanyak 214.395 ounce emas dan 1.361.775 ounce perak berhasil dijual, dengan pertumbuhan penjualan emas mencapai 37% dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk memastikan kelangsungan tambang dalam jangka panjang, PTAR juga melanjutkan proyek Martabe Tahap 2, yang mencakup pengoperasian Filtration Plant (dry tailing), South Dump, dan Alternative Tailing Facility 1.
Selain itu, perusahaan terus mengembangkan dewatering system di Tailings Management Facility (TMF), yang ditargetkan beroperasi pada kuartal II tahun 2026.
Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Selain berfokus pada operasional dan keberlanjutan energi, PTAR juga menjalankan program reklamasi dan konservasi.
Baca Juga: Tunjangan Profesi Guru di Taput Segera Cair, Pemkab Minta Guru Bersabar
Sepanjang 2024, perusahaan telah:
- Menebar 21.095 seed ball dan menanam 29.183 benih pohon di area konservasi dan reklamasi.
- Melaksanakan reklamasi di 11,96 hektar, sesuai rencana yang diajukan ke Kementerian ESDM.
- Menetapkan 100 hektar bekas TMF East sebagai kawasan konservasi.
Di bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PTAR mengalokasikan USD 2,7 juta untuk pembangunan di 15 desa sekitar tambang. Program ini telah memberi manfaat bagi lebih dari 32.696 individu.
PTAR juga terus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, dengan 76% dari total karyawan dan kontraktornya berasal dari tenaga kerja lokal. Dari sisi kesetaraan gender, 24% atau 254 dari 1.042 karyawan PTAR adalah perempuan.
Dengan langkah-langkah ini, PTAR menegaskan posisinya sebagai perusahaan tambang yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Corporate Communications Senior Manager PTAR Katarina Siburian Hardono mengapresiasi dukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media, dalam mendukung industri tambang yang berkelanjutan.
"Tambang emas Martabe dapat terus berkembang berkat dukungan berbagai pihak, termasuk media yang berperan penting dalam menyampaikan informasi secara konstruktif," katanya.
"Kami berharap praktik tambang terbaik yang telah diterapkan dapat terus ditingkatkan seiring perjalanan 15 tahun PTAR, dan semakin berkembang ke depannya," tutupnya. (Mea)
Editor : Editor Satu