Penataan Distribusi: Pengecer Elpiji 3 Kg Berubah Jadi Subpangkalan
Editor Satu• Rabu, 5 Februari 2025 | 07:40 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi keterangan setelah menyidak salah satu pangkalan LPG 3 kg.
JAKARTA, METRODAILY – Pemerintah kembali mengizinkan pengecer elpiji 3 kg beroperasi dengan status baru sebagai subpangkalan, mulai Selasa (4/2). Keputusan ini diambil untuk menormalkan kembali distribusi gas bersubsidi yang sempat mengalami gangguan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa seluruh pengecer akan difungsikan kembali sebagai bagian dari sistem distribusi resmi.
"Semua pengecer yang ada mulai beroperasi kembali sebagai subpangkalan," ujar Bahlil saat melakukan inspeksi di salah satu pangkalan elpiji 3 kg di Palmerah, Jakarta.
Untuk memastikan distribusi lebih transparan, para pengecer yang kini berstatus subpangkalan akan menggunakan aplikasi MerchantApps Pangkalan Pertamina. Aplikasi ini akan mencatat detail transaksi, termasuk: ✅ Identitas pembeli (berdasarkan KTP) ✅ Jumlah tabung yang dibeli ✅ Harga jual tabung gas
Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan subsidi agar elpiji 3 kg benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak.
"Kewajiban membawa KTP saat membeli LPG 3 kg bertujuan untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan menghindari praktik penyimpangan oleh oknum tertentu," katanya.
Saat ini, 370 ribu pengecer sudah terdaftar sebagai subpangkalan elpiji 3 kg. Bagi pengecer yang belum terdaftar, Kementerian ESDM dan Pertamina akan aktif membantu proses pendaftaran tanpa dipungut biaya.
"Mereka yang menjadi subpangkalan tidak dikenakan biaya apa pun. Bahkan, kami akan membantu mereka agar lebih formal dan bisa menjadi bagian dari UMKM," tambah Bahlil.
Meski sempat terjadi gejolak akibat larangan pengecer menjual elpiji 3 kg, Bahlil memastikan bahwa stok gas bersubsidi dalam kondisi aman dan mencukupi. Penataan ulang sistem distribusi ini diharapkan dapat menghindari kelangkaan dan memastikan pasokan LPG 3 kg lebih terorganisir serta tepat sasaran. (jp)