JAKARTA, METRODAILY – Indonesia mencatat pencapaian gemilang dengan masuk dalam daftar 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity/PPP).
Laporan terbaru International Monetary Fund (IMF) menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh dengan PDB sebesar USD 4,98 triliun pada 2024.
China masih menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia dengan PDB mencapai USD 39,44 triliun, diikuti oleh Amerika Serikat (USD 30,34 triliun) dan India (USD 17,36 triliun) di posisi kedua dan ketiga. Sementara itu, Rusia (USD 7,13 triliun) dan Jepang (USD 6,77 triliun) masing-masing menempati posisi keempat dan kelima.
Menariknya, Indonesia berada di atas Brasil (USD 4,89 triliun), Prancis (USD 4,49 triliun), dan Inggris (USD 4,42 triliun), yang masing-masing menempati posisi kedelapan hingga kesepuluh.
Menurut laporan World Economic Outlook (WEO) IMF, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 5,1% pada 2025. Namun, pertumbuhan diperkirakan stagnan di angka yang sama pada 2026.Di tingkat global, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan berada di angka 3,3% pada 2025 dan 2026—di bawah rata-rata historis 3,7%. Inflasi global juga diprediksi menurun ke angka 4,2% pada 2025 dan 3,5% pada 2026, dengan negara maju lebih cepat mencapai target inflasi dibanding negara berkembang.
Meskipun Indonesia menunjukkan performa positif, IMF mengingatkan adanya risiko yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi global, termasuk ketidakpastian kebijakan, stabilitas keuangan, dan kesinambungan fiskal. IMF juga menyoroti bagaimana dinamika kebijakan di Amerika Serikat dapat berdampak besar pada perekonomian global.
Dengan masuknya Indonesia dalam daftar 10 besar ekonomi dunia, tantangan selanjutnya adalah menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan daya saing, serta memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. (dtc)