Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Banjir Bandang Tapsel Sapu Hektare Padi Sawah di Dua Kecamatan

Editor Satu • Kamis, 28 November 2024 | 09:20 WIB
Banjir bandang menyapu areal persawahan berisi tanaman padi di Tapsel.
Banjir bandang menyapu areal persawahan berisi tanaman padi di Tapsel.

TAPSEL, METRODAILY - Sedikitnya 30 hektare (ha) padi sawah mengalami gagal panen (puso) dampak disapu banjir bandang yang dipicu hujan deras di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Batang Angkola, Jamal, Rabu (27/11), mengatakan dari total 30 ha padi mengalami puso, seluas 10 ha di antaranya berlokasi di Kecamatan Batang Angkola.

"Yakni terdapat 3 haa di Desa Hurase, lalu 2 ha di Desa Sorimadingin PP, dan 5 ha di Desa Huta Padang, jadi total 10 ha. Rata-rata varietas inpari, mekongga, dan lokal, berumur 40-70 hari setelah tanam," katanya. 

Sedang padi puso seluas 20 ha berada di Kecamatan Sayur Matinggi tepatnya di Desa Sipange Siunjam terdapat 15,5 ga dan di Desa Janji Mauli terdapat seluas 4,5 ha.

Menurut Koordinator Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian (BPP) Batu Godang, Kecamatan Sayur Matinggi, Takdir Alisahbana, padi puso seluas 20 Ha sudah berumur 60-75 hari setelah tanam.

Sementara, Petugas POPT-PHP Batang Angkola dan Sayur Matinggi, Ali Husni Dalimunthe dan Bagus Raja H. Pulungan, keduanya sudah melaporkan kejadian padi puso seluas 30 ha.

"Laporan terkait pertanaman padi sawah yang gagal panen akibat bencana banjir, Jumat (23/11) malam seluas 30 ha sudah disampaikan ke pemerintah Provinsi Sumatera Utara," kata Ali Husni dan Bagus Raja dalam laporan mereka. (ant)

Editor : Editor Satu
#padi puso #banjir bandang