Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumut Tak Lagi Pakai Kertas Kuisioner

Editor Satu • Rabu, 16 Oktober 2024 | 05:26 WIB

Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni membuka Focus Group Discussion (FGD) penyusunan strategi pengumpulan data sensus ekonomi 2026 di Hotel JW Marriott, Medan, Selasa (15/10/2024).
Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni membuka Focus Group Discussion (FGD) penyusunan strategi pengumpulan data sensus ekonomi 2026 di Hotel JW Marriott, Medan, Selasa (15/10/2024).

MEDAN, METRODAILY - Tahun 2026 mendatang, Badan Pusat Statistik Sumatera Utara akan menggelar sensus ekonomi. Kali ini, BPS akan menggunakan pendekatan teknologi informasi.

Kepala Badan Pusat Statistik Sumut Asim Saputra mengatakan pihaknya akan menggunakan metode yang menggunakan kertas kuisioner akan dikurangi.

“Ini merupakan bagian dari terobosan yang akan dilakukan BPS, kerahasiaan data kami jamin, kami akan berkolaborasi dan bekerja sama,” ujar Asim dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Strategi Pengumpulan Data Sensus Ekonomi 2026 di Hotel JW Marriot, Medan, Sumut, Selasa (15/10/2024).

Asim mengatakan tahun depan pihaknya juga akan memperkuat program Satu Data Indonesia (SADA INA). Dia berharap dengan penguatan program satu data ini seluruh pemangku kepentingan hingga masyarakat bisa mengakses data dengan berbagai kepentingan.

Dirinya juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mewujudkan hal tersebut.

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Agus Fatoni mendukung terlaksananya sensus ekonomi 2026. Menurutnya, sensus ekonomi akan menghasilkan data yang dapat digunakan sebagai batu loncatan menuju Indonesia emas 2045.

“Kegiatan ini (sensus ekonomi) ini akan memotret seluruh kegiatan perekonomian kita, untuk menuju Indonesia Emas, diperlukan data yang akurat untuk membuat kebijakan yang tepat sasaran,” kata Fatoni.

Baca Juga: 2025, Ada 27 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

Selain itu, sensus ekonomi juga dapat bermanfaat bagi dunia usaha. Menurutnya, melalui sensus ekonomi dapat menghasilkan data mengenai potensi maupun peluang investasi bagi dunia usaha.

“Maka sensus ekonomi 2026 punya nilai strategis termasuk kita mendukung dalam rangka transformasi ekonomi. Sensus ekonomi akan bermanfaat bagi sektor swasta. Terutama sektor usaha dan masyarakat luas. Sensus ini memberikan data mengenai daya saing bisnis ke depan, jadi kita tahu kondisi, kekurangan dan tantangan,” kata Fatoni.

Diketahui, sensus ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang telah dimulai dari tahun 1986, 1996, 2006 dan 2016. Sensus ekonomi merupakan komitmen pemerintah dalam menyediakan informasi perkembangan kependudukan, pembangunan dan perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Pj Bupati Asahan Ingatkan PNS Netral di Pilkada

Turut hadir pada kesempatan tersebut, di antaranya Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Muhammad Armand Effendy Pohan, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Mulyadi Simatupang. (h17/dis)

 

Editor : Editor Satu
#kuisioner kertas #Sensus Ekonomi 2026