SIANTAR, METRODAILY - Unit Data Statistik dan Kehumasan (UDSK) KPwBI Pematangsiantar menyebutkan, inflasi September 2024 di Kota Kota Pematangsiantar mencapai 0,09% (mtm); 2,45% (yoy); 1,57% (ytd).
Sementara untuk Labuhanbatu mengalami Deflasi sebesar -0,46% (mtm); 1,23% (yoy); 1,30% (ytd).
Sumatera Utara secara umum juga mengalami deflasi sebesar -0,21% (mtm); 1,40% (yoy); 0,46% (ytd).
Nasional juga deflasi sebesar -0,12% (mtm); 1,84% (yoy); 0,74% (ytd).
Inflasi Kota Pematangsiantar dipengaruhi komoditas dengan andil inflasi terbesar yakni:
1. Tomat 0,04%
2. Sawi Manis 0,04%
3. Bayam 0,04%
4. Andaliman 0,03%
5. Kopi Siap Saji 0,03%
Komoditas dengan andil deflasi terbesar Kota Pematangsiantar
1. Cabai Merah -0,17%
2. ?Ikan Dencis -0,06%
3. ?Kentang -0,03%
4. ?Bawang Merah -0,02%
5. ?Wortel -0,02%
Inflasi Kabupaten Labuhanbatu
Komoditas dengan andil Inflasi terbesar Kabupaten Labuhanbatu
1. Cabai Rawit 0,05%
2. Ikan Lele 0,04%
3. Minyak Goreng 0,03%
4. Mie 0,03%
5. Shampo 0,03%
Komoditas dengan andil deflasi terbesar Kabupaten Labuhanbatu
1. Cabai Merah -0,44%
2. Ikan Kembung -0,08%
3. Bawang Merah -0,08%
4. Kentang -0,05%
5. Cabai Hijau -0,05%
Masih berlangsungnya panen di sentra produksi cabai merah (Agustus Oktober) menyebabkan harga cabai merah terus mengalami penurunan dan menyebabkan capaian inflasi yang rendah di Kota Pematangsiantar dan Labuhanbatu. Selain itu, pemutusan hubungan kerja (PHK) yang cukup tinggi di Sumatera Utara juga berdampak pada daya beli masyarakat sehingga menyebabkan capaian inflasi yang rendah dalam beberapa waktu terakhir. (rel)