MEDAN, METRODAILY — DPD Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sumatera Utara terus memperkuat branding dan kebermanfaatan lembaganya di tengah-tengah masyarakat.
Sekretaris Perbarindo Sumut, Mery Sulianty Sitanggang, mengatakan salah satu upayanya lewat kegiatan Fun Walk 5K dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/BPRS).
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai Undang-Undang No.4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang telah disahkan pada 12 Januari 2023. Bahwa nomenklatur nama dari Bank Perkreditan Rakyat berubah menjadi Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah menjadi Bank Perekonomian Rakyat Syariah," katanya.
Diakui dia, lewat Fun Walk 5K, pihaknya ingin memperkuat branding positif BPR-BPRS di mata masyarakat, mengenal BPR-BPRS sebagai lembaga keuangan sehingga mendorong minat masyarakat untuk lebih banyak menggunakan jasa dan produk BPR–BPRS.
"Masyarakat yang menabung dan deposito tidak usah khawatir, karena tetap dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)," ungkapnya.
Fun Walk 5K diikuti 850 peserta dari Insan BPR dan BPRS di Singapore Central, Jalan H Adam Malik, Medan, Minggu (26/5/2024). Mengusung tema "Nabung, Deposito dan Kredit/Pembiayaan di BPR-BPRS".
Kegiatan turut diisi dengan berbagai lomba seperti yel-yel dari para peserta yang mewakili BPR dan BPRS masing-masing, pentas seni hingga pembagian doorprize.
Turut hadir kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara diwakili Asisten Direktur Divisi Implementasi Kebijakan, Jazari Abdul Hamid dan dari Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara diwakili Direktur Pengawasan, Ryan Novrian serta Kepala Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) I - Medan, Muhamad Yusron.
Terus Berkembang
Ketua Perbarindo Sumut, Hardey Sabar Silaban, mengharapkan BPR-BPRS terus berkembang dan eksis dengan menyesuaikan regulasi yang juga terus berkembang.
"Dan juga perkembangan perekonomian sehingga BPR-BPRS tetap eksis dan maju serta berkontribusi pada perekonomian nasional khusnya daerah," ungkapnya.
Dia juga mengharapkan agar masyarakat tidak takut untuk menabung di BPR dan BPRS, karena tabungan para nasabah terjamin aman, terlebih diawasi LPS, OJK dan BI.
"Kepada instansi terkait, misalnya OJK sebagai lembaga pengawas, supaya lebih baik memberikan pengawasan pada kami, sehingga BPR tetap tumbuh dan sehat, kepada BI juga demikian," katanya.
Terkhusus pada LPS, pihaknya mengaku akan tetap membina hubungan baik mengenai hal-hal yang bertalian dengan BPR-BPRS maupun soal edukasi yang akan disampaikan bersama-sama dengan masyarakat. (*)