Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bandara Silangit Turun Status jadi Domestik

Admin Metro Daily • Selasa, 30 April 2024 | 13:23 WIB
Bandara Sisingamangaraja XII (Silangit) di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, turun status menjadi bandara domestik.
Bandara Sisingamangaraja XII (Silangit) di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, turun status menjadi bandara domestik.

TAPUT, METRODAILY - Bandar Udara (Bandara) Sisingamangaraja XII (Silangit) di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, turun status dari semula bertaraf internasional menjadi domestik.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 31/2024 (KM 32/2004) tentang Penetapan Bandar Udara Internasional.

Melalui Keputusan Menteri Perhubungan itu ditetapkan sebanyak 17 dari semula 34 bandara yang berstatus internasional, tersebar di seluruh penjuru negeri. Sedangkan 17 bandara lainnya turun status menjadi bandara domestik termasuk Bandara Sisingamangaraja XII Silangit.

Kemudian menurut data Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dari 34 bandara internasional yang dibuka dari tahun 2015-2021, bandara yang melayani penerbangan niaga berjadwal luar negeri/ke berbagai negara adalah Soekarno-Hatta Jakarta, I Gusti Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara Kuala Namu Medan.

Beberapa bandara internasional hanya melayani penerbangan jarak dekat dari/ke satu atau dua negara saja. Bandara internasional lainnya hanya beberapa kali melakukan penerbangan internasional, bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki pelayanan penerbangan internasional.

"Dua kriteria bandara yang terakhir ini menyebabkan operasional menjadi tidak efektif dan efisien dalam pemanfaatannya," dikutip dari laman resmi Kementerian Perhubungan, Minggu (28/04/2024).

Dihimpun dari berbagai sumber, Bandara Silangit dibangun pada masa penjajahan Jepang. Pembangunan bandara kemudian dilanjutkan sejak 1995 dengan memperpanjang landasan pacu dari semula 900 meter menjadi 1.400 meter.

Pada Maret 2005 Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono meresmikan langsung pengoperasian Bandara Silangit. Sejak saat itu pembangunan bandara terus dilakukan dengan gencar dengan memperpanjang landasan pacu dan pembangunan infrastruktur lainnya.

Hingga pada 24 November 2017 Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Bandara Internasional Silangit untuk mendukung Kawasan Wisata Danau Toba yang dipersiapkan menjadi destinasi wisata bertaraf internasional.

Terkait perubahan status bandara yang dipimpinnya itu, GM Bandara Silangit, Ardon Marbun, dalam keterangan resmi mengatakan, perubahan status tersebut merupakan bagian dari strategi yang lebih luas dalam pengembangan infrastruktur transportasi udara di Indonesia.

"Hal ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat konektivitas antar-pulau dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional," katanya, Senin (29/4/2024).

Perubahan status Bandara Silangit tersebut, sebut Ardon, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan penerbangan di kawasan Sumatera Utara dan sekitarnya.

Selain itu, perubahan status bandara merupakan peluang baru bagi pengembangan pariwisata di wilayah sekitar Bandara Silangit agar dapat memiliki potensi pariwisata yang besar.

Pasalnya, kehadiran bandara domestik dapat memudahkan akses bagi wisatawan domestik yang ingin menjelajahi pesona alam dan budaya yang dimiliki daerah tersebut.

Meskipun status Bandara Silangit telah berubah, katanya, Bandara Silangit akan tetap memberikan layanan terbaik kepada penumpang dan pihak terkait, seperti upaya pengembangan infrastruktur, peningkatan fasilitas dan bahkan pemberdayaan SDM akan terus dilakukan guna memastikan keberlangsungan operasional bandara yang optimal.

Pasalnya, kehadiran bandara domestik dapat memudahkan akses bagi wisatawan domestik yang ingin menjelajahi pesona alam dan budaya yang dimiliki daerah tersebut.

Meskipun status Bandara Silangit telah berubah, katanya, Bandara Silangit akan tetap memberikan layanan terbaik kepada penumpang dan pihak terkait, seperti upaya pengembangan infrastruktur, peningkatan fasilitas dan bahkan pemberdayaan SDM akan terus dilakukan guna memastikan keberlangsungan operasional bandara yang optimal. (net)

Editor : Admin Metro Daily
#bandara silangit turun status