“Bank BRI terus mendorong inklusi keuangan dan peningkatan literasi serta transaksi digital, terutama di sentra-sentra perdagangan, dengan menyediakan sarana pembayaran berupa QRIS BRI dan BRIMO,” kata Pemimpin Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pematang Siantar, Yanri Eka Putra, kepada MetroDaily, hari ini.
Menurut Yanri Eka, program dengan tema “Dagang Mudah Belanja Murah – Mudah Transaksinya, Banyak Hadiahnya” ini merupakan ajakan bagi para pelaku usaha di pasar-pasar di Siantar-Simalungun dan sekitarnya, untuk bertransaksi cashless menggunakan alat acceptance BRI. Karena itu, BRI juga sekaligus menyosialisasikan aplikasi pembayaran QRIS dan aplikasi New Pasar.Id.
“'Dagang Mudah' diaplikasikan BRI dengan menyediakan pembayaran menggunakan uang elektronik berupa QRIS BRI dan BRIMO. Sementara dalam menjalankan 'Belanja Murah', BRI memberikan diskon 10 persen belanja menggunakan QRIS BRI dan diskon 50 persen atau maksimal Rp10 ribu menggunakan new pasar.id,” katanya.
Pasar Horas dipilih karena termasuk salahsatu pilihan utama warga Siantar Simalungun dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Turut hadir Manager Mikro Abraham Isnan, Kepala Unit Martha Naibaho, dan tim unit Pasar Horas BRI Pematangsiantar. Acara juga dihadiri direktur utama menejemen PD Pasar Horas. Juga ada acara hiburan untuk para pedagang Pasar Horas.
Yanri Eka mengatakan, program tersebut diwujudkan melalui pembukaan rekening simpanan atau top up saldo BRI, khususnya bagi nasabah di lingkungan Pasar Parung Panjang dan sekitarnya. Dengan program baru ini, pembeli tidak harus datang ke Pasar, namun bisa melakukan pembelanjaan secara daring.
Untuk mengikuti program tersebut, caranya cukup mudah. Pedagang maupun pembeli bisa membuka tabungan melalui Simpedes BRI dengan saldo minimal Rp250 ribu. Dengan begitu, nasabah berkesempatan mendapatkan satu kupon hadiah, dan harus disertai dengan aktivasi BRImo.
Pedagang tampak memberi apresiasi terhadap program baru BRI Dagang Mudah Belanja Murah. Pedagang berharap, program ini dapat memudahkan masyarakat bertransaksi secara non tunai (cashless) agar meminimalisir kehilangan uang kas dan terjadinya perampokan di lingkungan Pasar Horas. (mea) Editor : Metro Daily