Awal penambangan tahun 1994 lalu, Tambang Emas Antam Pongkor hanya mengeksploitasi ore (bijih emas) berkadar minimal 12 ppm. Maksudnya, dari 1 ton ore bisa diperoleh 12 gram emas. Tapi setelah belasan tahun menambang di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kabupaten Bogor, kadar emas ore semakin rendah. Kini rata-rata hanya 5 ppm per ton. Antam pun memanfaatkan sejumlah metode untuk memaksimalkan perolehan emas.
____________________
Dame Ambarita, Bogor
____________________
Berada di kawasan Taman Nasional, Tambang Emas Pongkor hanya boleh melakukan pertambangan bawah tanah. Tujuannya, untuk menjaga hutan lindung. Tambang dengan nama resmi PT Antam Tbk Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor ini berada di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasi tambang emas bawah tanah terbesar di Pulau Jawa ini berjarak sekitar 90 km dari Jakarta.
Sesuai Izin Usaha Pertambangan (IUP), luas areal tambang emas Pongkor mencapai 6.047 hektare.
“Saat ini, Tambang Emas Pongkor ada lima tambang, yaitu tambang Gudang Handak, Ciguha, Ciurug 450, Ciurug 600, dan Kubang Cicau. Tipe tambang di sini tergolong low sulfidation, yaitu kadar emasnya rendah,” kata Taruna Fadila, main production Tambang Emas Pongkor, mengawali penjelasan kepada para jurnalis yang diboyong MIND ID, belum lama ini.
Cahaya dari lampu kepala para staf dan dari lampu mobil berpindah-pindah dengan cepat. Di beberapa titik rest area, ada bangunan untuk pekerja yang diterangi cahaya listrik.
“Kita sekarang berada di terowongan Gudang Handak. Kenapa dinamai demikian? Karena terowongan ini berada di bawah gudang handak,” jelas Taruna di tengah kegelapan terowongan.
Jika Tambang Emas Pongkor mulai beroperasi tahun 1994, portal tambang Gudang Handak baru dibuka tahun 2000-an. Sebagai tambang bawah tanah, eksploitasi emas dan perak diawali dari bagian urat emas di titik tertinggi, sekitar 600 mdpl. Secara bertahap, penambangan meliuk makin ke bawah yang dikerjakan dengan sistem cut and fill.
“Kalau portal kita masuk tadi di ketinggian 500 mdpl, sekarang kita di ketinggian sekitar 455 mdpl. Jadi kita sudah turun sekitar 45 meter ke bawah,” katanya.
Setiap terowongan tambang dibuka dengan diameter 3,3 meter dan tinggi 3 meter. Kendaraan roda empat bisa lewat. Jalur terowongan apabila terus diikuti, akan berkelok ke kiri dan ke kanan di beberapa titik, memasuki kedalaman perut Gunung Pongkor hingga sekitar 4 kilometer dari pintu portal.
Proses penambangan bawah tanah dimulai dari pengeboran menggunakan jumbo drill. Kemudian gelogist mengambil sampel bebatuan, dan menganalisis apakah kadar emasnya ekonomis untuk ditambang atau tidak.
“Jika dianggap ekonomis, pekerja melakukan peledakan untuk membuka jalan,” kata Taruna. Dilanjutkan supporting, yakni memaku jaringan kawat khusus wiremesh ke langit-langit dan dinding terowongan. Tujuannya, memperkuat stabilitas struktur terowongan dan mencegah bebatuan agar tidak jatuh menimpa pekerja tambang.
Selanjutnya proses clearing, yakni pembuangan gas-gas yang dianggap beracun untuk manusia. Setelah dinilai aman, penambang masuk dan melakukan proses penambangan. “Maju lagi dan lakukan proses berulang hingga bebatuan yang diperoleh dinilai tidak ekonomis lagi,” katanya.
Tambang bawah tanah relatif aman dari ancaman longsor. Penyebabnya, lapisan bumi yang ditambang terdiri dari bebatuan keras. Air permukaan juga jarang masuk karena terhalang lapisan bebatuan tebal. Tetapi tetap ada air yang merembes dari lapisan bebatuan, membuat terowongan agak becek di beberapa titik.
Terowongan yang begitu panjang sangat gelap dan minim oksigen. Agar udara layak hirup, perusahaan wajib memasukkan oksigen ke jalur terowongan melalui selang ventilasi. Oksigen ini untuk membuat para pekerja tetap hidup dan nyaman bekerja, juga agar mesin dan kendaraan dapat beroperasi. “Jadi udara yang kita hirup saat ini dipompa dari luar terowongan,” sebutnya.
Bijih emas di bebatuan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Harus menggunakan mikroskop. Bebatuan mengandung mineral berharga disebut ore.
Lantas, apa saja syarat menentukan apakah sebuah jalur layak ditambang atau tidak?
“Seperti saya sebutkan tadi, syarat pertama adalah apakah kadar emasnya ekonomis untuk ditambang atau tidak. Syarat kedua, apakah ventilasi udara bisa beroperasi atau tidak. Ketiga, apakah air bisa dipompa keluar atau tidak,” katanya.
Sedangkan umur tambang diukur dari jumlah cadangan mineral dan harga emas dunia. Jika harga jual emas dunia naik, maka ore yang kadar emasnya dulu dinilai tidak ekonomis, bisa berubah menjadi ekonomis. “Sekarang, kadar emas yang kita tambang hanya 5 ppm. Dulu minimal 12 ppm yang dinilai ekonomis,” kata Taruna.
Ore hasil peledakan dari terowongan kemudian diangkut ke stok file. Per hari, mereka bisa menggali 200 ton ore per lubang tambang. Atau sekitar 1.000 ton ore dari lima lubang tambang di Pongkor. Berarti, sekitar 30 ribu ton per bulan dari kelima tambang.
Dari stok file, ore dikirim ke milling untuk dihancurkan ke ukuran 12,5 mm. Setelah itu digiling lagi lebih halus dan dimasukkan dalam tangki berisi karbon untuk dileaching.
Di tangki, mineral-mineral dipisahkan menggunakan sianida. Mineral emas dan perak ditangkap dengan karbon aktif. Emas dan perak tangkapan ini kemudian dilebur dan dicetak menjadi dore bullion. Dore kemudian dikirim ke Pabrik Logam Mulia Antam Jakarta untuk pemurnian.
Adapun pertambangan bawah tanah Pongkor dikelola dengan sistem cut and fill. Caranya, tailing hasil pengolahan dikombinasikan dengan semen, dan dikembalikan lagi ke lokasi tambang untuk mengisi lubang yang sudah selesai digali. Lubang di-fill hingga tidak ada rongga. Di tahun selanjutnya, bisa saja lubang yang sudah diisi tadi berada di bawah atau di atas penggalian terowongan berikutnya.
“Prosesnya berulang, hingga nanti seluruh ore mengandung emas diambil dan diolah,” kata Taruna.
Di tambang emas Pongkor, sudah ada beberapa portal atau terowongan yang ditutup dengan sistem cut and fill. Beberapa di antaranya yakni lubang Pasir Jawa dan Pamoyanan.
Setiap hari, Tambang Emas Pongkor beroperasi 24 jam dengan sistem 2 shift di areal tambang dan 3 shift di pabrik pengolahan. Total pekerja mencapai 1.300 orang.
Manfaatkan Meja Goyang
Dari 1.000 ton ore yang diolah setiap hari, pabrik process plant Tambang Emas Pongkor bisa memproduksi sekitar 5 kg emas. Per tahun kurang lebih 1 ton lebih emas. “Mineral yang diperoleh lebih banyak perak. Tapi harga jual emas lebih mahal,” kata Manager CSR PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Arif Rahman Saleh, yang mendampingi jurnalis ke lokasi pabrik.
Meski proses pengolahan berlangsung 24 jam per hari, proses peleburan emas menjadi dore bullion hanya dilakukan 8 kali sebulan. Kapasitas kurang lebih 100 lempengan dore per peleburan atau 800 lempengan per bulan. Masing-masing lempengan memiliki berat kurang lebih 15 kg. “Per dore bullion hanya diperoleh kurang lebih 10 persen emas, sisanya perak,” kata Setia Hendrawan, process plant manager Tambang Emas Pongkor.
Yang menarik, kini Tambang Emas Pongkor memanfaatkan shaking table atau meja goyang untuk meminimalisir emas terbuang dari sisa proses. “Setelah diteliti, ditemukan bahwa jumlah konsentrat mineral yang masih ikut dalam middling dan tailing masih cukup ekonomis dan dapat meningkatkan recovery jika diambil,” kata Setia Hendrawan.
Shaking table digunakan karena alat sebelumnya tidak dapat memproses butiran emas yang sangat halus, yang membuatnya lolos dari tangkapan karbon aktif. Emas halus ini dulu kerap terbawa aliran air ke sisa proses.
Teknologi meja goyang memanfaatkan metode gaya gravitasi untuk memisahkan berbagai mineral dengan berat jenis berbeda.
Caranya, kata Setia, air tipis dialirkan pada suatu meja bergoyang. Pada saat meja bergetar, partikel mineral yang berat jenisnya lebih tinggi, akan tenggelam ke bawah dan terkonsentrasi di alur-alur yang lebih rendah pada meja. Sementara material pengotor atau mineral ringan yang memiliki berat jenis lebih rendah, akan terdorong ke arah yang lebih tinggi pada meja, dan kemudian dikeluarkan dari shaking table melalui tailings.
Pencucian dilakukan berulang untuk mendapatkan recovery perolehan konsentrat semakin tinggi.
“Hasil pengolahan dengan alat shaking table ini memang tidak besar-besar amat. Benefit-nya paling Rp200 juta setahun. Tapi lumayanlah,” kata Setia.
Masih untuk memaksimalkan recovery, Antam juga sedang membangun alat injeksi Liquid Oxygen ke tangki leaching. Dengan injeksi oksigen, proses leaching ditemukan berlangsung lebih cepat. Keuntungannya, kualitas emas yang diperoleh akan lebih baik. “Sekarang alatnya masih proses pengadaan,” katanya.
Adapun air sisa proses dari pabrik diolah di pabrik detoksifikasi, untuk menurunkan kandungan sianida di tailing menjadi di bawah batas 0,5 ppm. Selanjutnya air sisa proses ditampung di kolam tailing sebelum dilepas ke Sungai Cikaniki.
Nantinya, endapan tailing yang telah diolah, dimasukkan kembali ke lubang tambang dengan sistem total tailing backfill, dengan kombinasi semen.
Produksi 1 Ton, Jual 30 Ton
Dore bullion dari Tambang Emas Pongkor secara teratur dikirim untuk dimurnikan di PT Antam Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia di Jakarta. Dari lempengan dore itu, tidak seluruhnya berupa emas dan perak. Ada 2 persen mineral pengotor yang dibuang.
Setelah dimurnikan, produknya dicetak dalam bentuk batangan emas mulia 99 persen dan batangan perak 99 persen standar internasional.
Purwanto, General Manager PT Antam Tbk UBPP Logam Mulia Jakarta, mengatakan meski Tambang Emas Pongkor hanya memproduksi sekitar 1 ton emas per tahun, tetapi pihaknya mampu menjual emas murni 30 ton per tahun.
Loh, kok bisa?
Ternyata bukan pakai jurus sulap menggandakan emas. “Tiap tahun UBPP Logam Mulia membeli sekitar 29 ton emas dari sejumlah Perusahaan, dan menjualnya ke masyarakat. Emas dibeli dari Perusahaan yang memurnikan dore-nya di smelter Antam. Emas dibeli setelah ada yang memesan,” cetusnya.
Produk emas yang dijual dicetak dalam bentuk emas batangan bersertifikat, mulai ukuran 0,5 gram hingga 1 kg. Ada juga yang dicetak dalam bentuk giftseries dan produk tematik. Kemudian emas brankas, dan produk custom. Sedangkan perak dijual dalam bentuk silver bar dan silver granukes.
“Namanya jualan, yang bisa dijual akan kami buat. Semua karyawan menjadi marketer,” kata Purwanto sembari mengembangkan senyum.
Emas tematik ada yang edisi Idul Fitri, seri batik Indonesia, seri tari Nusantara, Indonesian Heritage, dan sebagainya. “Kadang prediksi penjualan emas tematik ini berbeda dengan realisasi. Kita prediksi yang bakal laku tema A, ternyata yang laris manis malah tema series B,” ungkapnya sambil tertawa.
Antam menjual emas secara retail --melalui butik emas LM, website, dan brankas--, dan trading melalui chanel wholesale. Penjualan melalui chanel wholesale merupakan yang terbesar, mencapai 70 persen dari rata-rata 30 ton emas yang dijual Antam per tahun.
“Oh iya… untuk pembelian melalui website, pembeli cukup duduk manis di rumah, emas dikirim via kurir. Prosesnya sangat aman dan dapat dilayani di manapun,” katanya berpromosi.
Selain memurnikan dan menjual emas, UBPP Logam Mulia divisi manufaktur juga menghasilkan produk minting standar dan produk custom industrial, di antaranya dalam bentuk cincin dan medali. Kemudian ada laboratorium yang melayani analisis kadar logam mulia dan jasa umpire.
Glenn, Manager Operation UBPP Logam Mulia mengatakan, tahun 2022 pihaknya menjual emas sekitar 33 ton. Tahun 2023 diprediksi sekitar 30 ton.
Ke depan, Antam UBPP Logam Mulia bersama MIND ID sebagai holding, sedang menyusun rencana strategis untuk mengembangkan kapasitas manufaktur hingga 35 ton emas per tahun. “Masih ada ruang untuk itu,” katanya.
Sebagai bagian dari MIND ID yang mengelola cadangan mineral strategis Indonesia, komoditas utama PT Aneka Tambang Tbk adalah bijih nikel kadar tinggi dan rendah, feronikel, emas, perak, dan bauksit, yang diperoleh dari sejumlah pertambangan di sejumlah lokasi. Jasa utama Antam adalah pengolahan dan pemurnian logam mulia.
Dari tambang emas Pongkor, tahun 2023 ini Antam menargetkan produksi emas sebesar 1.167 kg, atau meningkat 28% dari target produksi emas tahun 2022 sebesar 911 kg. Untuk penjualan emas, pada tahun 2023 ditargetkan mencapai 31.176 kg, meningkat 11% dari target penjualan emas tahun 2022 sebesar 28.011 kg.
Target penjualan emas tersebut seiring dengan outlook pertumbuhan tingkat permintaan emas di dalam negeri. Pada tahun 2023, target produksi logam perak direncanakan sebesar 7.536 kg, meningkat 13% dari target produksi perak tahun 2022 sebesar 6.643 kg.
Sedangkan target penjualan perak mencapai 9.810 kg, meningkat 14% dari target penjualan perak tahun 2022 sebesar 8.643 kg.
PT Antam juga melakukan percepatan hilirisasi berbagai produk tambang, serta terus melakukan eksplorasi sumber daya mineral berharga. “Antam merupakan salah satu sumber pendapatan negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pajak, dan dividen,” kata Purwanto.
Pada tahun 2020, ANTAM tercatat memberikan kontribusi dari hasil PNBP, pajak dan royalti kepada Pemerintah sebesar Rp758,81 miliar. (dame ambarita) Editor : Metro Daily