Secara tahunan, Kota Pematang Siantar mengalami inflasi 2,90 persen (yoy), sementara secara tahun kalender (ytd) Pematang Siantar mengalami inflasi 1,35 persen (ytd).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematang Siantar Muqorrobin, melalui Unit Data Statistik dan Kehumasan (UDSK) KPw BI Pematang Siantar Kamis (2/11) menerangkan, seluruh kota IHK di Sumut mengalami deflasi di Oktober 2023.
Deflasi terendah dialami Kota Gunung Sitoli dengan realisasi deflasi -0,48 persen (mtm), disusul Kota Sibolga, Kota Padangsidimpuan, Kota Pematang Siantar, dan Kota Medan yang masing-masing mengalami deflasi -0,19 persen (mtm); -0,18 persen (mtm), -0,15 persen (mtm); dan 0,04 persen (mtm).
Dengan perkembangan tersebut, secara gabungan Provinsi tercatat mengalami deflasi -0,07 persen (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 1,86 persen (yoy).
Deflasi periode ini utamanya didorong oleh komoditas Cabai Merah, Ikan Dencis, dan Wortel. Cabai Merah mengalami deflasi sebesar -14,50 persen (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,13 persen. Diikuti Ikan Dencis dan Wortel yang masing-masing mengalami deflasi -7,04 persen (mtm) dan -18,31 persen (mtm) dengan andil deflasi masing-masing -0,06 persen dan -0,04 persen.
Berdasarkan pantauan PIHPS, harga cabai merah mengalami penurunan dari Rp45.000 di bulan September 2023 menjadi Rp42.750 di Oktober 2023. Komoditas Cabai Merah mengalami deflasi seiring berlangsungnya periode panen di beberapa sentra produksi Simalungun. Sementara itu harga ikan dencis dan wortel juga mengalami deflasi seiring dengan perbaikan pasokan kedua komoditas tersebut dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, beberapa komoditas pangan pada periode ini terpantau mengalami inflasi di antaranya beras, nanas, dan gula pasir. Beras mengalami inflasi tertinggi sebesar 1,15 persen (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen. Diikuti oleh Nanas dan Gula Pasir yang masing masing mengalami inflasi sebesar 34,45 persen (mtm) dan 6,05 persen (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen dan 0,04 persen.
Komoditas beras masih melanjutkan tren kenaikan harga di periode Oktober 2023. Berdasarkan pantauan PIHPS, rata-rata harga beras bulanan mengalami kenaikan dari Rp12.900 di September 2023 menjadi Rp13.100 di bulan Oktober 2023. Kenaikan harga beras diprakirakan terjadi akibat Produktivitas beras nasional yang menurun akibat dari dampak negatif el-nino, serta peningkatan harga gabah seiring dengan meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga BBM dan kelangkaan pupuk bersubsidi.
Sementara itu, kenaikan harga gula pasir juga didorong oleh penurunan produktivitas gula nasional akibat El Nino. Asosiasi Gula Indonesia (AGI) menyebutkan, “Kami memperkirakan produksi gula berkurang 8-9 persen dibandingkan produksi tahun lalu yang sebanyak 2,386 juta ton”.
Komoditas dengan andil inflasi terbesar: Beras, Inflasi 1,15 persen (mtm), Andil Inflasi 0,06 persen; Nanas, Inflasi 34,45 persen (mtm), Andil Inflasi 0,04 persen; Gula Pasir
Inflasi 6,05 persen (mtm), Andil Inflasi 0,04 persen; serta Anggur, Inflasi 10,98 persen (mtm), Andil Inflasi 0,04 persen.
Komoditas dengan andil deflasi terbesar: Cabai Merah, Deflasi -14,50 persen (mtm), Andil Deflasi -0,13 persen; Ikan Dencis
Deflasi -7,04 persen (mtm), Andil Deflasi -0,06 persen; Wortel, Deflasi -18,31 persen, Andil Deflasi -0,04 persen; serta Tomat,
Deflasi -8,27 persen (mtm), Andil Deflasi -0,03 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi pada periode ini didorong Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami deflasi sebesar -0,52 persen (mtm) dengan andil deflasi -0,20 persen.
Sementara itu, beberapa kelompok terpantau mengalami inflasi di periode ini di antaranya Kelompok Transportasi dan Kelompok Pakaian dan Alas Kaki yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,18 persen (mtm) dan 0,26 persen (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen dan 0,01 persen.
Selain itu berdasarkan disagregasinya, Kelompok Volatile Food mengalami deflasi sebesar -1,24 persen (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,31 persen. Sementara, Kelompok Core Inflation dan Administered Price masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,25 persen (mtm) dan 0,13 persen (mtm) dengan andil inflasi 0,13 persen dan 0,03 persen.
Dalam upaya untuk mengendalikan Inflasi di bulan Oktober 2023, TPID kabupaten/kota di wilayah kerja KPw BI Pematang Siantar telah melaksanakan beberapa program, yaitu
Monitoring harga komoditas secara harian melalui PIHPS maupun harga Diskoperindag; Pelaksanaan Pasar Murah selama 6 hari di 8 titik pada 2-4 Oktober 2023 dan 23-25 Oktober 2023.Total komoditas terjual antara lain 8 ton beras, 450 liter minyak goreng, 52 kg gula pasir, dan 340 kg Ikan Dencis. Kemudian, Pelaksanaan pasar murah untuk komoditas beras, minyak goreng, telur ayam, dan gula pasir di Batubara selama 3 hari di 12 titik. (rel) Editor : Metro Daily