"Saya memperkirakan ada sekitar 20 ribu-30 ribu hektare rawa di Sumut yang bisa dimanfaatkan," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara Muhammad Juwaini di Medan, Selasa (31/10/2023).
Juwaini melanjutkan, rawa-rawa tersebut berada di beberapa wilayah, seperti Labuhanbatu, Serdang Bedagai dan Deli Serdang.
Menurut dia, Sumut memang belum pernah memanfaatkan lahan rawa jadi sawah secara luas. Akan tetapi, dengan formula dan program yang tepat, Juwaini yakin hal itu dapat dilakukan dengan baik.
"Nanti bisa dicari bagaimana pengembangannya dan upaya-upaya mengatasi kendalanya," kata Juwaini.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa target optimalisasi lahan rawa tahun ini harus mencapai 1,5 juta hektare demi meningkatkan produksi padi dan jagung pada tahun 2024.
Menanggapi kebijakan tersebut, Juwaini menegaskan pihaknya sangat mendukung langkah Menteri Amran karena di Indonesia lahan rawa memang jarang diubah menjadi sawah.
"Rawa memang jarang sekali digarap. Namun untuk mewujudkan hal itu juga diperlukan sinergi semua pihak yang terkait," kata dia.
Kemudian, Juwaini juga menyatakan Pemprov Sumut pun akan menyokong keinginan Menteri Pertanian menambah indeks pertanaman (IP) demi mendongkrak produksi tanaman pangan khususnya beras.
Dengan menaikkan indeks pertanaman, daerah-daerah sentra padi ditargetkan memperbanyak frekuensi bertanamnya dari sekali setahun menjadi dua kali, yang sebelumnya dua kali menjadi tiga kali.
"Beliau mau memaksimalkan itu. Dengan program-program tersebut Indonesia berpotensi swasembada beras dalam tiga tahun ke depan," tutur Juwaini.
Saat menjabat sebagai Menteri Pertanian pada periode 2014-2019, Andi Amran Sulaiman pernah membuat program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani pada tahun 2018.
Ketika itu, dia menuangkan kebijakan tersebut dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40.1/PERMENTAN/RC.010/10/2018 Tahun 2018 tentang Pedoman Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani Berbasis Pertanian Tahun 2019.
Terkait rawa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Desember 2022 menyatakan bahwa kontribusi lahan rawa terhadap pangan nasional diperkirakan hanya lima persen, padahal luas lahan rawa di Indonesia sekitar 34,12 juta hektare.
BRIN menegaskan lahan rawa mempunyai keunggulan antara lain dapat menghasilkan padi saat musim kemarau kala lahan pertanian lain seperti sawah irigasi dan tadah hujan mengalami kekeringan.
Kerja sama Lintas Sektor
Juwaini juga mengatakan, kerja sama lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan swasembada beras dalam tiga tahun ke depan seperti yang diinginkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
"Diperlukan sinergi untuk mendukung sektor pertanian," ujar Juwaini.
Juwaini pun memisalkan soal kesuburan lahan pertanian yang tidak bisa dicapai tanpa sistem irigasi yang baik. Untuk itu, diperlukan infrastruktur pendukung misalnya keberadaan bendungan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Lalu, dia melanjutkan, soal kebutuhan petani seperti pupuk yang diurus oleh perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia.
"Artinya harus ada kesatuan gerak dari elemen-elemen terkait," tutur Juwaini.
Dengan bersatu padu, dia yakin harapan Mentan Andi Amran Sulaiman agar Indonesia swasembada beras akan berhasil. (ant) Editor : Metro Daily