"Meskipun harganya mahal tetap kita beli untuk kita jual kepada pelanggan sebagai buah tenteng. Kualitas rasa nenas Sipahutar Taput renyah, lain dari nenas produksi yang ada di Sumut,“ ungkap Ajo Irwan, penjual buah tenteng di Jalan Brigjen Katamso Medan, Selasa (10/10) siang.
Disebutnya, nenas Taput renyah dan banyak pelanggan menyukainya. "Kita setiap hari beli nenas Sipahutar melalui pedagang menggunakan truk yang sering mangkal dekat Medan Mall,” ujarnya.
Katanya, kalau tidak ada nenas Sipahutar Taput tidak lengkap rasanya jual tenteng gak tahu lagi kita,” ujar pria warga Jalan Pantai Burung.
Dia menambahkan, banyak nenas produksi di luar Taput tapi rasanya beda gak serenyah nenas Taput.
Meskipun harga nenas mahal dia tetap membeli nenas sebanyak 20 buah per hari.
Ketika ditanya harga nenas Sipahutar mahal, Ajo Irwan mendapat info dari pedagang nenas akibat faktor cuaca panas di Tapanuli Utara dalam dua hari ini.
Data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumur menyebutkan, di Sumut produksi nenas tertinggi di provinsi ini yakni dari Kecamatan Sipahutar Tapanuli Utara. (net) Editor : Metro Daily