Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Bulog Bantah Beras SPHP Mengandung Plastik

Metro Daily • Jumat, 13 Oktober 2023 | 11:43 WIB
Lima Dekan USI yang dilantik, Rabu (15/3). (f: metro/humas USI)
Lima Dekan USI yang dilantik, Rabu (15/3). (f: metro/humas USI)
MEDAN, METRODAILY - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menegaskan kabar yang menyebut beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mengandung plastik merupakan hoaks.

"Sudah 27 tahun saya bekerja di Bulog, belum pernah melihat beras plastik itu seperti apa. Di Bulog tidak pernah ada beras plastik atau beras sintetis," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut Arif Mandu di Gudang Bulog Baru (GBB) Pulo Brayan Darat I, Medan, Rabu (11/10).

Arif melanjutkan, beras Bulog yang ditujukan untuk Program SPHP sudah melalui serangkaian pemeriksaan sebelum disalurkan ke masyarakat. Beras-beras yang didatangkan dari beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, Pakistan dan Kamboja itu telah dicek oleh Balai Karantina Pertanian dan PT Sucofindo.

Selain itu, beras-beras tersebut juga diperiksa di laboratorium, salah satunya milik Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Medan.

"Hasilnya semua 'clear', tanpa masalah," tutur Arif.

Untuk semakin meyakinkan beras Program SPHP aman, jajaran petinggi Perum Bulog Sumut serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Medan mengonsumsi langsung nasi yang ditanak dari beras Program SPHP di depan awak media, di Gudang Bulog Baru (GBB) Pulo Brayan Darat I, Senin (9/10).

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Medan Gelora Ginting menyatakan pihaknya telah mengecek beras Bulog di UPT laboratorium mereka sebelum didistribusikan ke masyarakat via pasar murah.

"Hasilnya, beras yang dikeluarkan Bulog sesuai SNI untuk kelas medium," kata Gelora.

Sempat beredar video di media sosial yang menyatakan beras Program SPHP di Kota Binjai, Sumatera Utara, diduga mengandung plastik. Di dalam video tersebut, seorang ibu yang mengaku mendapatkan beras SPHP itu dari pasar murah di Binjai, melempar kepalan nasi hasil olahan beras tersebut ke lantai.
Nasi tersebut memantul dan itu yang menimbulkan kecurigaan sang ibu terhadap beras itu.

Video viral itu ditanggapi serius oleh pemerintah setempat yang langsung mengecek dan mengetes sampel beras yang dimaksud. Sementara pihak kepolisian memanggil orang yang ada di video tersebut.

"Yang bersangkutan sudah dipanggil Polres Binjai. Semua masih didalami," kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut Arif Mandu.

Masyarakat Jangan Terpancing

Perum Bulog Kanwil Sumut mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing isu hoaks yang menyebut bahwa beras SPHP mengandung plastik.

"Masyarakat tidak perlu terpancing dengan video-video atau berita terkait beras plastik. Itu kabar hoaks yang membuat keresahan dan memperkeruh suasana," ujar Arif Mandu.

Menurut Arif, kabar burung mengenai beras plastik itu sebenarnya sudah beberapa kali muncul sejak bertahun-tahun lalu. Dia pun heran kenapa isu yang sama kembali mencuat.
Apalagi, isu serupa bukan hanya berkembang di Sumut, tetapi juga di Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Saat ini sudah memasuki tahun politik. Macam-macam isu bisa saja dikembangkan," kata Arif.

Dia pun menegaskan, ke depan, pihaknya akan menindak lebih tegas jika ada informasi hoaks soal beras plastik atau sintetis yang disebarkan dengan sengaja terutama melalui media sosial.

Perum Bulog Sumut akan berkoordinasi erat khususnya dengan pihak kepolisian supaya oknum-oknum penyebar kabar bohong jera dan tidak melakukan hal serupa.

"Kami akan mengoordinasikan dengan polisi agar ditindaklanjuti. Ini supaya informasi seperti sejenis jangan disebarluaskan agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat," tutur Arif.

Dia pun meminta semua pihak supaya menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi soal beras SPHP yang menyesatkan masyarakat di tengah tingginya harga beras.

Beras SPHP didistribusikan oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas dan, jika memungkinkan, mendorong penurunan harga beras.

"Selain itu, ada pula penyaluran bantuan pangan. Kami terus menjaga ketersediaan stoknya," ujar Arif. (net) Editor : Metro Daily
#Beras SPHP Mengandung Plastik