“Daya beli masyarakat mencerminkan kemampuan masyarakat dalam membelanjakan uangnya dalam bentuk barang maupun jasa. Kemampuan ini berbeda antar wilayah, karena nilai tukar antar wilayah juga berbeda bergantung kepada harga riil pada masing-masing wilayah,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Kota Pematang Siantar, Zulfan SE, didampingi Penanggung Jawab Teknis BPS, Marlina Naibaho SST MIKom, dan Bernadetta Yoshinta kepada MetroDaily, kemarin.
Dibandingkan kota lain di Provinsi Sumatera Utara, pengeluaran per kapita di Kota Pematang Siantar tahun 2022 menduduki peringkat ketiga di Sumatera Utara.
Pengeluaran per kapita tertinggi di Kota Medan mencapai Rp15,50 juta per tahun. Sedangkan terendah di Kota Gunungsitoli yang hanya Rp8,43 juta rupiah per kapita per tahun.
“Pengeluaran atau pendapatan telah memberikan sedikit gambaran mengenai ukuran pembangunan, seperti yang telah terjadi pada era tahun 70-an. Akan tetapi uang memiliki arti yang penting untuk memperluas pilihan, terutama bagi penduduk miskin. Oleh karena itu, perkembangan tingkat pengeluaran menjadi hal menarik untuk diteliti,” kata Zulfan.
Pada tahun 2018, lanjutnya, tingkat daya beli masyarakat Kota Pematang Siantar sebesar Rp12,29 juta per kapita per tahun. Meningkat menjadi Rp12,74 juta per kapita per tahun pada tahun 2022.
Tingkat kabupaten/kota di Sumatera Utara, pengeluaran per kapita penduduk pada tahun 2022 berkisar antara Rp6,15 juta hingga Rp15,50 juta. Pengeluaran per kapita tertinggi berada di Kota Medan, sementara pengeluaran per kapita terendah berada di Kabupaten Nias Barat.
Dalam kurun waktu 2018-2022, pengeluaran per kapita di seluruh kabupaten/kota juga terus meningkat. Kota Gunungsitoli merupakan kabupaten/kota dengan pertumbuhan pengeluaran per kapita tertinggi di Sumatera Utara, mencapai 10,41 persen.
Sementara Kabupaten Karo merupakan kabupaten/kota dengan pertumbuhan pengeluaran per kapita paling rendah di Sumatera Utara, hanya 1,51 persen.
Dalam angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penghidupan yang layak adalah salahsatu dari pendekatan tiga dimensi dasar pembangunan manusia. Dua lainnya adalah umur panjang dan sehat dan pengetahuan.
Dengan menghitung tiga dimensi dasar yang digunakan United Nation Development Programe (UNDP) sebagai IPM, kata Zulfan, maka IPM Kota Pematang Siantar memperlihatkan peningkatan.
Jika tahun 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa IPM Kota Pematang Siantar hanya sebesar 77,88, tahun 2022 meningkat menjadi 79,70. “Tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,55 persen per tahun,” katanya.
IPM Kota Pematang Siantar selama periode 2018-2022 terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 0,74 persen per tahun. Walaupun pada tahun 2020 turun 0,2 juta dibandingkan tahun 2019.
Seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara juga menunjukkan kenaikan IPM selama periode 2018 hingga 2022.
Beberapa wilayah mencatat perkembangan yang signifikan. Setidaknya, dua kabupaten mencatat perkembangan yang cukup pesat selama 2018 hingga 2022, tumbuh diatas empat persen, di antaranya Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara dan Kabupaten Nias Barat.
Apabila ditelusuri lebih jauh, lanjutnya, wilayah yang mencatat perkembangan cukup pesat merupakan wilayah capaian IPM dengan status pembangunan manusia kategori sedang. Capaian IPM sedang bukan menjadi hambatan untuk meningkatkan pembangunan manusia. Wilayah dengan capaian pembangunan manusia yang sedang masih memiliki peluang untuk tumbuh lebih cepat, dibanding wilayah dengan capaian yang sudah tinggi.
“Kesimpulan data statistik, tidak terdapat kabupaten/kota dengan status pembangunan manusia rendah pada periode 2018 ke 2022,” katanya.
Beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara menunjukkan perkembangan yang mengagumkan selama kurun waktu 2018 hingga 2022. Sebagian berhasil meningkatkan status pembangunan manusia setingkat lebih tinggi. Ada delapan kabupaten/kota yang mengalami perubahan status pembangunan manusia yaitu Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Asahan, Humbang Hasundutan, Samosir, Serdang Bedagai, Padang Lawas Utara, dan Gunungsitoli (sedang-tinggi). (mea) Editor : Metro Daily