BRILink adalah layanan perbankan tanpa mengandalkan kantor cabang, namun menggunakan teknologi untuk melayani para nasabah perbankan di seluruh pelosok tanah air. BRILink merupakan perpanjangan tangan BRI dalam memperluas layanan perbankan BRI dengan konsep Branchless Banking.
“Layanan BRILink dapat menjangkau masyarakat di berbagai pelosok daerah untuk mendapatkan layanan perbankan secara real time on line, tanpa harus datang ke unit kerja BRI. Melalui agen BRILink, masyarakat dapat melakukan transaksi transfer, tarik tunai, setor tunai, pembayaran berbagai tagihan seperti PLN, telepon, PDAM, BPJS, pembayaran cicilan kredit kendaraan, dan beberapa layanan perbankan lainnya,” kata Yanri Eka Putra di Siantar, hari ini.
Untuk mendukung kelancaran transaksi, Kepala Cabang BRI Pematangsiantar bersama tim rutin melakukan pemantauan dan pembinaan di agen BRILink secara berkala, untuk menjaga agar transaksi di agen BRILink yang ada di Siantar-Simalungun tetap berjalan dengan baik.
Tim khusus BRI memantau para agen BRILink secara on site di tempat operasional mereka. Selain itu, perseroan juga melakukan monitoring secara off site untuk memantau volume transaksi. Pemantauan dilakukan untuk memastikan mesin masih dalam keadaan bagus atau normal. Termasuk mengecek markom seperti spnduk brilink dan struk edc. Tim BRI juga rutin melakukan pick-up service dana agen untuk disetorkan kembali ke rekening agen.
“Kami juga menyelenggarakan edukasi dan pembinaan secara berkala kepada agen BRILink sehingga meminimalkan terjadinya fraud,” ujarnya.
Total jumlah agen BRILink Binaan BRI Kanca Pematang Siantar dan sekitarnya saat ini berjumlah 2.462 agen. Terbagi agen yang melayani di tempat atau EDC dan agen yang melayani secara mobile. BRILink melakukan Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif atau Laku Pandai.
Perbankan menerapkan standar lebih ketat dalam perekrutan agen-agen perbankan maupun pemantauan, di tengah munculnya kekhawatiran mengenai tindak kejahatan yang menimpa atau justru melibatkan para agen. Agen perbankan berisiko menjadi target tindak kejahatan, karena mengelola dana cukup besar yang berasal dari transaksi nasabah seperti setor tunai, transfer uang, ataupun transaksi pembayaran yang dilayani melalui agen.
Di sisi lain, peluang terjadinya penyalahgunaan fasilitas berupa electronic data capture (EDC) yang dipinjamkan oleh bank kepada agen juga bisa terjadi.
Untuk itu, Tim KHusus BRI Cabang Kota Pematang Siantar, terus berupaya untuk mendukung keamanan dan kenyamanan dalam melakukan kegiatan operasional sehari-hari, “Agen BRILink senantiasa didampingi oleh Petugas Agen BRILink (PAB) dalam hal sosialisasi fitur dan layanan, tips aman bertransaksi di Agen BRILink dan juga APU PPT,” ungkapnya.
Pembinaan dilakukan berkala baik secara online maupun offline. BRI juga telah mengintegrasikan layanannya untuk memproteksi para Agen Brilink. (mea) Editor : Metro Daily