Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Jatah BBM SPBU Pematang Raya Simalungun Dikurangi Pertamina

Metro-Esa • Minggu, 21 Agustus 2022 | 17:43 WIB
SPBU Pematang Raya yang mengalami kekosongan stok dalam beberapa hari terakhir.
SPBU Pematang Raya yang mengalami kekosongan stok dalam beberapa hari terakhir.
RAYA, METRODAILY – Kebijakan Pertamina yang mengurangi jatah BBM jenis Pertalite dan Bio Solar di SPBU Kecamatan Raya berimbas kepada ribuan petani terancam tidak bisa beraktifitas. Pasalnya, pihak SPBU memperketat aturan dengan tidak mengijinkan pembelian menggunakan wadah jerigen. Sementara selama ini, para petani di desa mengandalkan BBM eceran untuk menunjang aktifitas pertaniannya.

Robert Sipayung, salah seorang petani di Kecamatan Raya sekaligus pengecer BBM jenis Pertalite di Nagorinya saat ditemui di SPBU Dame Raya Kecamatan Raya, Sabtu (19/8) sore mengatakan, dalam beberapa hari terakhir stok BBM di SPBU Raya sering kosong. Karenanya pengelola memberlakukan aturan tidak mengijinkan pembelian pakai jerigen. Kebijakan ini dinilai memberatkan masyarakat, terutama yang jauh dari SPBU.

“Banyak masyarakat di nagori di Kecamatan Raya dan Dolog Masagal yang jarang ke SPBU bahkan karena lokasi yang jauh. Mereka mengandalkan membeli BBM eceran untuk bahan bakar sepedamotor dan mesin pertanian. Jika ini terus berlanjut, dipastikan aktifitas petani akan lumpuh total,” kata Sipayung.

Dijelaskan Sipayung, seharusnya pemerintah dan pihak Pertamina memikirkan kondisi rakyat saat ini. Dengan adanya kelangkaan BBM ini akan berdampak rakyat akan semakin miskin, karena usaha pertaniannya tidak berjalan dengan lancer.

“Saat ini kita petani banyak menggunakan mesin untuk membantu mengolah lahan pertanian. Jika tidak ada bahan bakar, maka apa yang bisa diperbuat,” katanya.

Terpisah, Pengelola SPBU Nomor 14211262 Pematang Raya, F Munthe membenarkan adanya kekosongan stok BBM akhir-akhir ini di SPBU Raya. Kekosongan itu, katanya karena pihaknya oleh Pertamina dikurangi jatah.

“Memang ada pengurangan. Untuk pertalite dari yang biasa 6 truk tangki menjadi 2 truk, sementara solar dari 3 truk menjadi 2 truk. Karenanya diberlakukan kebijakan untuk tidak menjual kepada pengecer melalui wadah jerigen, menunggu normal,” kata Munthe.

Dijelaskan Munthe, untuk satu truk tangki berisi 16.000 liter. Jadi ada pengurangan sebanyak 64.000 liter.(gul/esa) Editor : Metro-Esa
#pertamina #bbm langka #simalungun