"Berdasarkan pantauan kami di lapangan, areal tanaman kelapa sawit di Afdeling 1 dan 3 Kebun Pulau Mandi maupun di Afdeling 3 Kebun Sei Silau tersebut tampak ditumbuhi semak dan rerumputan, sehingga diduga kuat adanya pembiaran terhadap lokasi tanaman tersebut," ujar seorang warga berinsial MS didampingi beberapa rekannya, Sabtu (23/7/2022).
Berdasarkan informasi, untuk biaya perawatan terhadap tanaman menghasilkan (TM) kelapa sawit tersebut sebesar Rp 75 ribu per pohonnya setiap tahun.
"Kalau kondisi areal tanaman kelapa sawit di dua lokasi tersebut diduga terkesan tidak terawat seperti itu, maka disinyalir dapat merugikan management PTPN 3," jelas MS
Mereka berharap kepada Direksi PTPN 3 agar segera melakukan peninjauan ke lapangan guna melihat kondisi dari tanaman kelapa sawit di dua lokasi tersebut.
"Bila perlu, segera lakukan evaluasi terhadap kinerja dari management PTPN 3 Kebun Pulau Mandi dan management PTPN 3 Kebun Pulau Mandi tersebut," harap mereka.
Sementara itu, pihak management PTPN 3 Kebun Pulau Mandi dan pihak management PTPN 3 Kebun Sei Silau tidak dapat dikonfirmasi wartawan terkait adanya persoalan tersebut.
Terpisah, General Manager PTPN 3 Distrik Asahan, Ir H Hasanul Arifin Nasution mengucapan terimakasih atas adanya informasi tersebut.
"Terimakasih atas informasinya tersebut, segera saya sampaikan ke Manager nya," jelasnya melalui aplikasi WhatsApp. (ded/MD) Editor : Metro-Esa