Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Ikan Nila Danau Toba Laris di Pasar Dunia

Metro Daily • Selasa, 8 Februari 2022 | 13:01 WIB
Ikan nila Danau Toba-Ilustrasi.
Ikan nila Danau Toba-Ilustrasi.
JAKARTA, METRODAILY - Indonesia sebagai negara maritim merupakan gudang sumber produk perikanan yang beragam dan dicintai oleh konsumen dalam dan luar negeri. Hal ini tidak lepas dari kualitas yang telah diakui sangat baik. Inilah yang membuat produk perikanan menjadi komoditas yang diminati di pasar internasional.

Ikan Nila Indonesia menjadi salah satu produk perikanan yang dipercaya di pasar internasional. Karena itu, ikan Nila menjadi salah satu dari 10 komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia. Salah satu daerah yang menghasilkan produk perikanan yaitu daerah Sumatera Utara tepatnya dari Danau Toba.

Hasil budidaya ikan Nila yang berasal dari danau terbesar di Indonesia ini cukup signifikan. Kontribusi ekspor ikan Nila dari Danau Toba, Sumatera Utara mencapai 91,66 persen dari total ekspor ikan Nila Indonesia, yaitu sebesar USD 71,89 juta pada tahun 2020.

Di tengah pandemi yang melanda dunia, konsumsi ikan Nila relatif stabil. Bahkan, secara global tren konsumsi ikan Nila semakin meningkat.

Konsumen utama ikan Nila dunia adalah Amerika Serikat yang mengalahkan konsumsi di Uni Eropa dan Mesir, sebagai negara asal ikan Nila. Bagi konsumen Amerika, ikan Nila menjadi ikan paling populer keempat setelah udang, salmon, dan tuna. Mereka menyukai ikan Nila karena mudah disiapkan dan serbaguna.

Di tahun 2020, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mencatat, Amerika mengimpor sebanyak 190.453 ton ikan Nila atau senilai USUSD 615 juta. Angka tersebut menggambarkan peningkatan volume impor ikan Nila sebesar 10 persen dan Nilai impor sebesar 2,3 persen dibandingkan tahun 2019. Amerika mendatangkan ikan Nila dari China, Indonesia, Filipina, serta negara Amerika Latin seperti Brasil dan Meksiko.

Produk ikan Nila yang diperdagangkan di pasar global dalam bentuk segar dan beku di antaranya ikan nila utuh segar, ikan Nila utuh beku, fillet ikan Nila segar, dan fillet ikan Nila beku. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia sebagai produsen ikan Nila terbesar kedua dunia, mengekspor tilapia sebanyak 12,29 ribu ton dengan nilai USD 78,44 juta pada tahun 2020.

Membedah data BPS, Peneliti bidang Ekonomi Kelautan pada Indonesia Ocean Juctice Initiative (IOJI), Suhana menjelaskan, arus ekspor ikan Nila Indonesia berasal dari 5 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan DKI Jakarta.

“Kontribusi Nilai ekspor Tilapia (nila) dari kelima provinsi tersebut masing-masing adalah 91,66 persen, 8,29 persen, 0,04 persen, dan 0,0001 persen. Berdasarkan hal tersebut, Sumatera Utara merupakan provinsi terbesar eksportir Tilapia dari Indonesia,” urainya.

Dari angka USD 78,44 juta nilai ekspor ikan Nila Indonesia ke pasar global, kontribusi ekspor Nila dari Sumatera Utara mencapai USD 71,89 juta. Ekspor ikan Nila dari Sumatera Utara yang dibudidayakan dengan sistem keramba jaring apung (KJA) berkelanjutan di Danau Toba itu mayoritas dikirim ke Amerika (61,29 persen), sisanya ke Kanada (14,63 persen) dan Taiwan (11,73 persen). (net) Editor : Metro Daily
#Ikan Tilapia #ikan nila Danau Toba