Informasi dari petani dan pengelelang di lapangan, Senin (17/1), turunnya harga jeruk dipengaruhi musim panen buah yang lain. Masuknya duku Palembang serta durian lokal Jawa ke Jakarta, merupakan penyebab terjadinya anjlok harga buah jeruk di Tanah Karo.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, apabila buah duku Palembang dan durian Jawa panen, maka harga jeruk akan mengalami penurunan beberapa saat. Itu terjadi karena konsumen lebih memilih buah musiman. Sementara buah jeruk senantiasa ada di pasaran. Kemungkinan bulan Maret nanti akan berangsur naik kembali,” ujar agen jeruk, Diman Sembiring.
Sejumlah petani jeruk yang ditemui mengaku sangat berat dengan kondisi sekarang ini. Anjloknya harga jeruk sangat berpengaruh terhadap modal tani. Biaya produksi semakin besar, di mana saat ini pupuk dan pestisida mengalami kenaikan. Harga pupuk kimia meningkat minimal Rp100.000 per sak dan pestisida rata-rata naik Rp5.000-10.000 per item.
Banyak petani jeruk Karo yang menunda panen karena harga masih murah. Mereka menunggu buah duku Palembang dan durian Jawa habis panen. (net) Editor : Metro Daily