Bupati Kasmarni Deklarasi Perang: Kami Tidak Akan Biarkan Mafia TPPO Berkeliaran di Bengkalis!
Editor Satu• Jumat, 18 Juli 2025 | 13:20 WIB
Bupati Bengkalis Kasmarni menyalam Menteri P2MI Abdul Kadir Karding sebelum deklarasi perang terhadap TPPO dan praktik penempatan ilegal pekerja migran , di Aula Polda Riau, Kamis.
PEKANBARU, METRODAILY - Bupati Bengkalis Kasmarni menyatakan perang terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan praktik penempatan ilegal pekerja migran dalam sebuah deklarasi besar-besaran di Aula Polda Riau, Kamis (17/7/2025).
Dalam acara itu, Kasmarni menandatangani komitmen bersama bersama Forkopimda dan para kepala daerah lainnya.
Deklarasi ini disaksikan langsung oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding yang secara tegas meminta Kapolda Riau menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada para mafia TPPO.
“Baru kali ini saya melihat Polda seberani ini membongkar sindikat perdagangan orang. Saya beri apresiasi penuh,” kata Karding.
Bupati Kasmarni dalam pernyataannya menegaskan bahwa TPPO adalah ancaman serius, terutama bagi masyarakat desa dan kelompok rentan di wilayah pesisir. Ia menyatakan siap mendukung penuh langkah-langkah pemerintah pusat dan kepolisian untuk memberantas praktik keji ini.
“Kami ingin memastikan warga Kabupaten Bengkalis terlindungi dari oknum yang menjebak mereka jadi korban perdagangan manusia,” tegasnya.
Ia juga menyambut baik rencana Kementerian P2MI yang akan mendirikan pos pemantauan di daerah-daerah rawan TPPO, termasuk di Bengkalis. Kasmarni bahkan menyebut langkah ini sebagai terobosan penting di era Presiden Prabowo Subianto.
Turut hadir dalam deklarasi tersebut Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan, para pejabat tinggi Pemkab Bengkalis, serta sejumlah kepala dinas terkait.
Deklarasi ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk tidak hanya menindak tegas pelaku TPPO, tetapi juga membangun sistem perlindungan yang kuat bagi para pekerja migran asal daerahnya. (rel/lili)